Momen Tuna Netra Ikut Menikmati Suasana Seru Piala Dunia di Alun-alun Purwokerto
Ia berharap pertandingan-pertandingan Piala Dunia mampu menginspirasi generasi muda untuk terus belajar dan berprestasi, termasuk di bidang olahraga.
Selain menjadi ruang berbagi kegembiraan, kegiatan nobar dan debar juga menghadirkan manfaat ekonomi. Puluhan pelaku UMKM memadati kawasan alun-alun dan menjajakan berbagai makanan serta minuman kepada para pengunjung.
Bagi Mistam, ketika masyarakat berkumpul dan berinteraksi, roda ekonomi pun ikut bergerak.
"Pada akhirnya, kegiatan seperti ini diharapkan bisa memberikan dampak positif bagi kesejahteraan masyarakat," ujarnya.
Pengamat sepak bola Johanes Supriyatno pun memberikan apresiasi atas inisiatif RRI Purwokerto menghadirkan hiburan sepak bola di ruang publik.
Menurutnya, kegiatan semacam ini telah lama dinantikan masyarakat dan menjadi salah satu cara mempererat kebersamaan.
Ia juga melihat perkembangan sepak bola di Banyumas saat ini menunjukkan tren yang menggembirakan, ditandai dengan semakin banyaknya Sekolah Sepak Bola (SSB) dan kompetisi usia dini yang rutin digelar.
"Teman-teman penggiat sepak bola di Banyumas sudah berada di jalur yang benar. Semoga semangat ini terus tumbuh," katanya.
Di Alun-Alun Purwokerto pagi itu, Piala Dunia bukan hanya milik mereka yang bisa melihat. Di tengah riuh sorak penonton dan suara komentator yang mengudara, para penyandang tuna netra ikut merasakan ketegangan, kegembiraan, dan semangat sepak bola.
Karena bagi mereka, sepak bola tidak selalu harus disaksikan dengan mata. Kadang, cukup didengarkan dengan hati dan dibayangkan lewat kata-kata.
Editor: EldeJoyosemito