Youth Volunteer Leadership Camp Tumbuhkan Jiwa dan Semangat Kerelawanan
Sadewo juga memberikan apresiasi kepada PMI Kabupaten Banyumas beserta seluruh relawan yang selama ini konsisten membina karakter generasi muda melalui berbagai kegiatan kepalangmerahan.
Sementara itu, Ketua PMI Kabupaten Banyumas Nungky Harry Rachmat mengatakan YVLC merupakan salah satu program strategis PMI untuk mencetak generasi muda yang memiliki jiwa kepemimpinan, karakter kemanusiaan, kemampuan berorganisasi, serta semangat kerelawanan.
"Tahun ini kami mengusung tema 'Menumbuhkan Jiwa Kepemimpinan dan Meningkatkan Kualitas PMR yang Unggul' sebagai komitmen bersama dalam melahirkan pemimpin muda yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga memiliki integritas, empati, dan semangat melayani sesama," katanya.
YVLC VII berlangsung selama tiga hari, 7–9 Juli 2026, dan diikuti 253 peserta dari 127 unit PMR tingkat SMP dan SMA se-Kabupaten Banyumas. Peserta terdiri atas 147 anggota PMR Madya dan 106 anggota PMR Wira.
Selama kegiatan, peserta mendapatkan pembelajaran dengan metode experiential learning melalui diskusi, simulasi, dinamika kelompok, serta praktik lapangan. Mereka juga memperoleh materi kepemimpinan dari sejumlah narasumber, antara lain Dinas Pendidikan Kabupaten Banyumas, Cabang Dinas Pendidikan Wilayah X Jawa Tengah, Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyumas, Universitas Jenderal Soedirman, dan PMI Kabupaten Banyumas.
Selain itu, peserta mengikuti penguatan materi kepalangmerahan yang meliputi pertolongan pertama, pendidikan remaja sebaya, perawatan keluarga, hingga uji tanda kecakapan PMR.
Nungky menambahkan kegiatan tersebut juga menjadi ajang regenerasi organisasi melalui pemilihan Koordinator FORPIS Kabupaten Banyumas beserta koordinator FORPIS wilayah untuk masa bakti 2026–2027.
"Kami berharap proses ini dapat melahirkan pemimpin muda yang visioner, mampu merangkul seluruh unit PMR, sekaligus menjadi penggerak pembinaan PMR di Kabupaten Banyumas," ujarnya.
Ia mengimbau seluruh peserta memanfaatkan kesempatan tersebut untuk memperluas wawasan, membangun jejaring, dan memperkuat karakter.
"Jangan hanya pulang membawa sertifikat, tetapi pulanglah membawa semangat baru, karakter yang lebih kuat, keterampilan yang lebih baik, dan komitmen yang lebih besar untuk mengabdi kepada sesama," kata Nungky.
Editor : EldeJoyosemito