Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Pendampingan Hukum Korban Investasi Bodong Wajib Dilakukan secara Profesional
Advertisement . Scroll to see content

Kasus Investasi Bodong di Purwokerto, OJK Dukung Proses Hukum 

Rabu, 08 Juli 2026 | 12:23 WIB
  • author Elde Joyosemito
Kasus Investasi Bodong di Purwokerto, OJK Dukung Proses Hukum 
OJK menegaskan telah berkoordinasi dengan kepolisian untuk mendukung proses penindakan hukum terhadap kasus penipuan berkedok investasi dengan tersangka NHS. (Foto: Ilustrasi)

Bertahun-tahun, wanita yang dikenal sebagai pemilik Kedai Tuas, restoran termewah di Banyumas ini menjalani peran ganda yaitu menjadi sosok tepercaya bagi korbannya yaitu para warga lanjut usia (lansia), sekaligus menjadi "parasit" yang menguras harta mereka.

Modus yang dilakukan perempuan berusia 36 tahun ini memang terbilang rapi dan manipulatif. Dika sangat memahami psikologis korbannya, para pensiunan dan orang tua yang mudah diperdaya dengan tutur manis dan meyakinkan. 

Kepada para korban, ia menawarkan produk investasi dengan iming-iming keuntungan menggiurkan. Rayuan mautnya itu berhasil dan bahkan membuat para korban tidak mempedulikan sejumlah kejanggalan, salah satunya seperti surat perjanjian yang dibuat di atas kertas polos bertuliskan tangan tersangka.

Bukannya diinvestasikan seperti yang dijanjikan, dana miliaran milik para korban tersebut malah digunakan Dika untuk membiayai gaya hidup glamor dan memenuhi ambisi pribadinya. Berdasarkan pengakuan tersangka kepada penyidik, uang hasil kejahatan itu digunakan untuk membeli aset pribadi serta sebagian kecil digunakan dengan sistem "gali lubang tutup lubang" demi memberi keuntungan semu bagi nasabah lainnya agar kedoknya tidak terbongkar. "Wah nggak nyangka banget Mbak Dika bisa setega itu," ujar seorang tetangga tersangka.

Salah seorang korban, mengisahkan bagaimana hancurnya perasaan dia ketika mengetahui uangnya lenyap begitu saja. "Saya awalnya sangat percaya dengan penjelasannya. Tutur katanya sopan sekali. Ternyata belakangan ketahuan dokumennya palsu, teganya dia menipu orang tua seperti saya," ungkapnya dengan nada bergetar.

Melihat skala kerugian dan dampaknya terhadap psikologis para lansia, Kapolresta Banyumas, Kombes Pol Petrus Silalahi menegaskan akan memperluas pengusutan kasus tersebut tidak hanya sebatas pada tindak penipuan dan penggelapan, tapi juga termasuk tindak pidana lainnya. "Kami tidak berhenti pada pemidanaan saja, tetapi juga melanjutkan penyelidikan terkait dugaan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU)," tegas Petrus.

Polresta Banyumas meminta para korban lainnya agar segera melapor ke kepolisian, demi mempercepat proses pengusutan dan penyelesaian kasus tersebut.

Editor: EldeJoyosemito

Related News

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut