Begini Antisipasi Jalur Pendakian Gunung Slamet yang Rawan Karhutla saat Kemarau
Menurut Agus, urgensi penguatan koordinasi semakin terasa setelah terjadinya kebakaran di jalur pendakian Gunung Slamet pada Minggu (12/7/2026). Meski api berhasil dipadamkan dan tidak meluas, kejadian tersebut menjadi peringatan bagi seluruh pihak untuk meningkatkan kesiapsiagaan.
Ia menekankan pentingnya perbaikan sistem pelaporan dan penyampaian informasi apabila terjadi kebakaran hutan dan lahan. Dengan sistem yang lebih cepat dan terintegrasi, proses penanganan di lapangan diharapkan dapat dilakukan secara lebih efektif.
Dalam rapat tersebut juga dibahas sejumlah langkah strategis untuk meminimalkan risiko karhutla, di antaranya pemetaan wilayah rawan kebakaran, penguatan deteksi dini, edukasi kepada masyarakat dan pendaki gunung, optimalisasi kelompok sadar keamanan dan ketertiban masyarakat (Pokdar Kamtibmas), peningkatan peran tiga pilar, patroli kawasan hutan, hingga kesiapan peralatan pendukung penanganan kebakaran.
Selain pembahasan koordinasi, peserta rapat menerima paparan dari Kabagops Polres Purbalingga Kompol Tri Arjo Irianto mengenai kesiapan personel dalam pencegahan dan penanggulangan karhutla.
Materi serupa juga disampaikan oleh BPBD Kabupaten Purbalingga serta Perum Perhutani KPH Banyumas Timur terkait langkah mitigasi yang telah disiapkan menghadapi musim kemarau.
Editor : EldeJoyosemito