Sampah Plastik Kini Bisa Ditukar Sembako, Banyumas Uji Coba Skema Insentif di DAS Serayu
Kajian itu menemukan sejumlah persoalan pengelolaan sampah di tingkat masyarakat, mulai dari terbatasnya layanan persampahan, minimnya sarana pendukung konsep Reduce, Reuse, Recycle (3R), rendahnya kapasitas pengelolaan sampah, hingga tingginya penggunaan plastik sekali pakai.
Di Banyumas, kondisi tersebut banyak dijumpai di kawasan pedesaan sepanjang DAS Serayu yang belum sepenuhnya terlayani sistem pengangkutan sampah. Akibatnya, sebagian warga masih membakar sampah plastik atau membuangnya ke sungai.
Padahal, Sungai Serayu merupakan salah satu sungai terbesar di Jawa Tengah yang bermuara ke Samudra Hindia di wilayah Kabupaten Cilacap. Karena itu, pengelolaan sampah dari tingkat rumah tangga dinilai penting untuk mencegah pencemaran plastik hingga ke laut.
Program Manager SOLUSI di SNV, Audrie Siahainenia, mengatakan skema tersebut ingin menunjukkan bahwa upaya menjaga ekosistem darat dan laut dapat dimulai dari lingkungan rumah tangga.
Menurut dia, masyarakat yang memilah sampah plastik tidak hanya memperoleh manfaat ekonomi berupa sembako atau insentif lainnya, tetapi juga ikut menjaga kebersihan sungai dan laut di bagian hilir.
Dalam pelaksanaannya, nasabah Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) dan bank sampah dapat menyetor sampah plastik yang telah dipilah. Nilai sampah tersebut kemudian dapat ditukar dengan paket sembako atau bentuk insentif lain sesuai kebutuhan masyarakat.
Editor : EldeJoyosemito