get app
inews
Aa Text
Read Next : Diundang Kemenpar ke Bali, Bupati Banyumas Paparkan Transformasi Pengelolaan Sampah

Tribun Roboh Sebabkan Penonton Luka, Bupati Angkat Bicara

Minggu, 26 Juli 2026 | 17:27 WIB
header img
Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono angkat bicara terkait insiden ambruknya tribun penonton pada ajang Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Drift Speed Fest. (Foto: iNewsPurwokerto)

PURWOKERTO, iNewsPurwokerto.idBupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono angkat bicara terkait insiden robohnya tribun penonton pada ajang Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Drift Speed Fest di kompleks GOR Satria Purwokerto, Minggu (26/7/2026). 

Peristiwa yang mengakibatkan sejumlah penonton mengalami luka-luka itu disebutnya sebagai musibah yang tidak diharapkan oleh semua pihak.

Sadewo mengatakan, penyebab robohnya tribun hingga kini masih dalam penyelidikan aparat kepolisian bersama pihak-pihak terkait. Menurutnya, selama beberapa hari pelaksanaan kegiatan tidak ditemukan persoalan berarti sebelum insiden tersebut terjadi.

"Ini tentu kejadian yang tidak diinginkan oleh siapa pun. Beberapa hari sebelumnya aman-aman saja, namun tiba-tiba terjadi seperti ini. Saat ini masih dalam proses penanganan dan investigasi," ujar Sadewo.

Usai kejadian, Sadewo mengaku langsung meninjau penanganan para korban yang dirawat di sejumlah rumah sakit, yakni RS DKT, RS Elisabeth, dan RS Orthopaedi Purwokerto.

Pemerintah Kabupaten Banyumas juga berkoordinasi dengan penyelenggara, Ikatan Motor Indonesia (IMI), kepolisian, dan pihak vendor untuk membentuk pusat informasi atau command center. Selain itu, akan ditunjuk satu juru bicara agar informasi yang disampaikan kepada masyarakat tetap terpusat dan tidak menimbulkan simpang siur.

"Kami akan membentuk command center dan menunjuk satu PIC yang memberikan keterangan resmi agar informasi yang beredar tidak bias. Kami memahami akan banyak informasi yang beredar di media sosial, tetapi tidak ada pihak yang menginginkan peristiwa ini terjadi," katanya.

Sebagai langkah lanjutan, seluruh rangkaian Kejurnas Drift untuk sementara dihentikan hingga proses penyelidikan selesai. Keputusan mengenai kelanjutan penyelenggaraan akan menunggu hasil evaluasi dari kepolisian dan IMI.

Terkait jumlah korban, Sadewo menyebut proses pendataan masih berlangsung. Namun, ia memperkirakan ada belasan penonton yang harus mendapatkan perawatan medis, termasuk beberapa di antaranya diduga mengalami patah tulang.

"Data korban masih terus dihimpun. Ada yang diduga mengalami patah tulang, tetapi laporan lengkapnya masih kami tunggu," ujarnya.

Di sisi lain, kepolisian telah memanggil penyelenggara, vendor, panitia pelaksana, pengelola penjualan tiket, serta IMI untuk mengklarifikasi sejumlah aspek, mulai dari kapasitas tribun, jumlah penonton yang berada di atas tribun saat kejadian, hingga kelayakan konstruksi tribun yang digunakan.

Menurut Sadewo, tanggung jawab utama terhadap para korban berada di tangan penyelenggara dan panitia pelaksana. Kendati demikian, Pemerintah Kabupaten Banyumas juga akan mengawal proses penanganan korban hingga tuntas.

"Penyelenggara dan panitia tentu memiliki tanggung jawab. Namun, pemerintah daerah juga akan ikut memastikan seluruh korban mendapatkan penanganan yang diperlukan," katanya.

Insiden tersebut terjadi saat Kejurnas Drift Speed Fest putaran ketiga yang digelar selama dua hari di kompleks GOR Satria Purwokerto. Hingga kini, penyebab pasti ambruknya tribun masih didalami aparat kepolisian.

Editor : EldeJoyosemito

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut