get app
inews
Aa Text
Read Next : Bupati Keliling ke RS, Pastikan Penanganan Cepat untuk Korban

Ini Profil Bupati Pemalang Anom Widiyantoro yang Terjaring OTT KPK

Rabu, 29 Juli 2026 | 09:00 WIB
header img
Bupati Pemalang Anom Widiyantoro menjadi sorotan publik setelah KPK melakukan OTT. (Foto: Pemkab Pemalang)

JAKARTA, iNewsPurwokerto.id Bupati Pemalang Anom Widiyantoro menjadi sorotan publik setelah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan operasi tangkap tangan (OTT) di Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, Rabu (29/7/2026).

Anom menjadi salah satu pihak yang diamankan dalam operasi senyap tersebut. Kabar itu dikonfirmasi oleh Wakil Ketua KPK Fitroh Rohcahyanto.

"Benar," kata Fitroh melalui keterangan tertulis.

Hingga kini KPK belum mengungkap perkara yang menjadi dasar operasi tangkap tangan tersebut. Lembaga antirasuah juga belum menjelaskan jumlah pihak yang diamankan maupun barang bukti yang disita. Seluruh pihak yang terjaring OTT akan dibawa ke Gedung Merah Putih KPK di Jakarta untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Sesuai ketentuan, KPK memiliki waktu paling lama 1x24 jam untuk menentukan status hukum pihak-pihak yang diamankan.

Di tengah proses hukum yang masih berjalan, sosok Anom Widiyantoro kembali menjadi perhatian. Bupati Pemalang tersebut memiliki latar belakang sebagai profesional di bidang keuangan dan manajemen sebelum terjun ke dunia politik.

Anom menempuh pendidikan Sarjana (S1) Manajemen Keuangan di Universitas Diponegoro (Undip) Semarang dan lulus pada 1996. Selanjutnya, ia melanjutkan pendidikan Magister Ekonomi dan Bisnis di Universitas Padjadjaran (Unpad) Bandung dan meraih gelar magister pada 2005.

Karier profesional Anom dimulai di PT Wijaya Karya (WIKA). Selama sekitar 25 tahun, sejak 1996 hingga 2021, ia menduduki berbagai posisi strategis, mulai dari staf ahli (expert staff), auditor internal, kepala seksi, manajer keuangan dan personalia, manajer keuangan dan operasi departemen luar negeri, hingga dipercaya sebagai general manager.

Setelah itu, pada periode 2021 hingga 2024, Anom menjabat sebagai Direktur Keuangan, Human Capital, dan Manajemen Risiko PT Hotel Indonesia Property (PT HIPA), perusahaan yang bergerak di sektor perhotelan dan properti.

Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang disampaikan kepada KPK, Anom memiliki total kekayaan bersih sekitar Rp21,3 miliar.

Sebagian besar hartanya berupa 18 bidang tanah dan bangunan yang tersebar di sejumlah daerah, antara lain Kabupaten Pemalang, Jakarta Timur, Surabaya, Semarang, Bandung, dan Gianyar, dengan nilai mencapai sekitar Rp12,2 miliar.

Selain aset properti, Anom juga melaporkan kepemilikan sejumlah kendaraan, termasuk mobil Mercedes-Benz dan sepeda motor Harley-Davidson, dengan total nilai sekitar Rp1,1 miliar.

LHKPN juga mencatat Anom memiliki harta bergerak lainnya senilai Rp440 juta, surat berharga Rp902,2 juta, kas dan setara kas Rp782,2 juta, serta harta lainnya senilai Rp7 miliar. Total aset yang dimilikinya mencapai sekitar Rp22,5 miliar.

Namun demikian, ia juga melaporkan memiliki utang sekitar Rp1,2 miliar sehingga total harta kekayaan bersihnya menjadi sekitar Rp21,3 miliar.

Editor : EldeJoyosemito

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut