get app
inews
Aa Text
Read Next : Miris! Suami Aniaya Istri Hamil 8 Bulan di Banyumas, Polisi Ungkap Kronologi

Kisah Ambulans PMI Banyumas Menjaga Asa Pasien dari Kalangan tak Mampu

Minggu, 02 Agustus 2026 | 09:06 WIB
header img
Ambulans PMI Banyumas saat menjemput pasien warga Banyumas di Bandara Soetta. (Foto: Istimewa)

PURWOKERTO, iNewsPurwokerto.id - Tangis Ramini pecah begitu kursi rodanya keluar dari terminal kedatangan Bandara Soekarno-Hatta beberapa waktu lalu. Setelah bertahun-tahun bekerja sebagai buruh migran di Penang, Malaysia, perempuan asal Desa Banjarparakan, Kecamatan Rawalo, Banyumas, itu akhirnya pulang ke kampung halaman. 

Namun kepulangannya membawa kabar getir. Karena dia mengalami gagal ginjal yang membuatnya harus menjalani cuci darah seumur hidup.

Di tengah keramaian bandara, pandangan Ramini langsung tertuju kepada Umi, sahabat masa kecil sekaligus relawan pendamping keluarga. 

Keduanya berpelukan erat sambil menangis. Di samping Umi, berdiri tim Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Banyumas yang sejak dini hari telah menempuh perjalanan menuju Jakarta untuk menjemputnya.

Bagi orang lain, perjalanan dari bandara menuju rumah mungkin sekadar urusan transportasi. Bagi Ramini, perjalanan itu menjadi awal dari harapan baru untuk tetap bertahan hidup.

"Kami ikut menjemput langsung. Pertemuannya sangat mengharukan karena Bu Ramini sudah lama menunggu bisa pulang ke Indonesia," kenang Kepala Bidang Pelayanan PMI Banyumas Sentot Sugiarto.

Namun kisah kemanusiaan itu sesungguhnya telah dimulai jauh sebelum pesawat yang membawa Ramini mendarat di Indonesia.

Mata Rantai Pertolongan

Beberapa pekan sebelum kepulangannya, keluarga Ramini menghubungi PMI Banyumas. Mereka bukan hanya membutuhkan ambulans untuk menjemput dari Jakarta, tetapi juga kepastian bahwa setibanya di Banyumas, Ramini bisa segera kembali menjalani hemodialisis.

PMI kemudian berkoordinasi dengan berbagai pihak. Status kepesertaan BPJS Kesehatan Ramini dipastikan aktif melalui skema Universal Health Coverage (UHC) non cut off yang diterapkan Pemerintah Kabupaten Banyumas. 

Editor : EldeJoyosemito

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut