PKBM Surya Muhammadiyah Terus Perluas Akses Pendidikan Inklusif
PURWOKERTO, iNewsPurwokerto.id – Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Banyumas resmi meluncurkan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Surya Muhammadiyah se-Kabupaten Banyumas.
Program tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas akses pendidikan nonformal, terutama bagi anak tidak sekolah dan kelompok penyandang disabilitas.
Peluncuran berlangsung di Auditorium Ukhuwah Islamiyah Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) dan dihadiri sejumlah tokoh, di antaranya Wakil Rektor III UMP Ikhsan Mujahid, Ketua PDM Banyumas M Djohar, Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono, Anggota DPRD Jawa Tengah Bintang Romadhon, serta Direktur PNFI Kemendikdasmen RI I Gusti Made Ardana.
Wakil Rektor III UMP Ikhsan Mujahid mengatakan, pihak kampus menyambut baik hadirnya program pendidikan kesetaraan tersebut. Menurut dia, upaya memperluas kesempatan belajar perlu mendapat dukungan berbagai pihak.
“Kami mengucapkan selamat datang kepada seluruh tamu undangan dan peserta didik di UMP. Kami mengapresiasi kegiatan MPLS PKBM Surya Muhammadiyah Banyumas dan berharap seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan lancar serta sukses,” katanya.
Ketua PDM Banyumas M Djohar mengatakan, saat ini terdapat 25 PKBM Surya Muhammadiyah yang telah berdiri dan tersebar di berbagai wilayah Kabupaten Banyumas.
Program tersebut tidak hanya ditujukan bagi anak-anak yang putus sekolah, tetapi juga membuka ruang pendidikan bagi penyandang disabilitas, baik disabilitas fisik, mental maupun intelektual. Dalam pelaksanaannya, Muhammadiyah menjalin kerja sama dengan berbagai pihak dan komunitas yang bergerak di bidang pendidikan inklusif.
“Murid PKBM Surya Muhammadiyah harus semangat dan rajin belajar supaya hebat. Kami akan memanfaatkan seluruh aset Muhammadiyah, mulai dari sekolah, rumah sakit hingga panti asuhan untuk mendukung pendidikan ini. Intinya, tidak ada alasan untuk tidak sekolah,” tegas Djohar.
Ia berharap keberadaan puluhan PKBM tersebut dapat menjadi jalan bagi masyarakat yang selama ini belum mendapatkan akses pendidikan formal maupun kesetaraan.
Dukungan juga datang dari Anggota DPRD Jawa Tengah Bintang Romadhon. Ia mengapresiasi langkah Muhammadiyah yang kembali mengambil peran dalam memperluas akses pendidikan bagi masyarakat.
Menurut Bintang, kiprah Muhammadiyah dalam dunia pendidikan telah berlangsung sejak sebelum Indonesia merdeka dan terus berkembang hingga saat ini.
“Kami memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Muhammadiyah atas inisiatif ini. Sejak sebelum kemerdekaan hingga sekarang, Muhammadiyah konsisten menunjukkan dedikasinya terhadap kemajuan pendidikan di Indonesia,” ujarnya.
Ia menilai upaya merangkul ratusan anak tidak sekolah melalui PKBM Surya Muhammadiyah menjadi bentuk kolaborasi nyata antara masyarakat dan berbagai pemangku kepentingan dalam menangani persoalan pendidikan.
“Akses pendidikan kesetaraan yang inklusif seperti ini sangat penting agar tidak ada generasi muda yang tertinggal dalam meraih masa depannya,” katanya.
Sementara itu, Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono menyatakan pemerintah daerah mendukung langkah PDM Banyumas dalam membantu menangani persoalan anak putus sekolah sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
Menurut dia, pendidikan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi membutuhkan keterlibatan masyarakat, organisasi, dan berbagai lembaga.
“Pemerintah Kabupaten Banyumas sangat mengapresiasi langkah konkret Muhammadiyah. Kolaborasi melalui PKBM ini menjadi bukti bahwa pendidikan merupakan tanggung jawab bersama. Kami akan terus bersinergi agar seluruh warga Banyumas, tanpa terkecuali, mendapatkan hak pendidikannya,” kata Sadewo.
Peluncuran MPLS PKBM Surya Muhammadiyah ditandai dengan penyematan tanda peserta secara simbolis kepada perwakilan siswa, termasuk peserta didik dari kelompok disabilitas.
Dengan hadirnya 25 PKBM Surya Muhammadiyah di Banyumas, akses pendidikan kesetaraan diharapkan semakin luas, terutama bagi warga yang selama ini berada di luar sistem pendidikan formal.
Program tersebut juga diharapkan dapat memperkuat upaya mewujudkan pendidikan yang lebih inklusif, merata, dan membuka kesempatan belajar tanpa batas bagi seluruh masyarakat.
Editor : EldeJoyosemito