Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Polisi Ekshumasi Jenazah Pelajar 14 Tahun di Banyumas, Diduga Tewas Dipukul Balok
Advertisement . Scroll to see content

Puluhan Sampel dari Jenazah Sutrimo Diambil, Penyebab Kematian Butuh Waktu 2-3 Minggu

Rabu, 12 Agustus 2026 | 18:41 WIB
  • author Elde Joyosemito
Puluhan Sampel dari Jenazah Sutrimo Diambil, Penyebab Kematian Butuh Waktu 2-3 Minggu
Tim forensik membutuhkan waktu hingga tiga minggu untuk memastikan penyebab kematian Sutrimo (42). (Foto: iNewsPurwokerto)

PURWOKERTO, iNewsPurwokerto.id Tim forensik membutuhkan waktu hingga tiga minggu untuk memastikan penyebab kematian Sutrimo (42), mantan Kepala Rumah Tangga (Karumga) di kediaman eks Jampidsus Febrie Adriansyah. Kepastian penyebab kematian masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium terhadap puluhan sampel yang diambil saat proses ekshumasi dan autopsi.

Ketua Tim Forensik Prof Ahmad Yudianto mengatakan, sampel diambil dari berbagai bagian tubuh Sutrimo, mulai dari kepala hingga bagian tubuh bawah. Sampel tersebut meliputi jaringan, organ dalam, hingga swab.

"Perkiraan antara 2-3 minggu bisa terselesaikan dari hasil laboratoriumnya," kata Ahmad Yudianto di Mapolresta Banyumas, Rabu (12/8/2026) sore.

Menurut Ahmad, pemeriksaan lanjutan dilakukan untuk mengungkap penyebab kematian berdasarkan bukti medis dan ilmiah. Sejumlah pemeriksaan yang dilakukan meliputi histopatologi, toksikologi, dan DNA.

Pemeriksaan histopatologi diperlukan untuk mengetahui kondisi jaringan tubuh secara mikroskopis. Sementara pemeriksaan toksikologi dilakukan untuk mengetahui kemungkinan adanya racun atau zat tertentu yang berkaitan dengan kematian.

Adapun pemeriksaan DNA dilakukan untuk mendukung proses identifikasi sekaligus membantu pengungkapan kasus secara lebih lengkap.

Ahmad menjelaskan, pemeriksaan laboratorium menjadi penting karena Sutrimo telah meninggal hampir tiga minggu sebelum dilakukan ekshumasi. Kondisi tersebut menyebabkan tubuh mengalami perubahan pascakematian sehingga temuan secara visual menjadi terbatas.

"Karena jenazah sudah hampir tiga minggu, secara visual hampir semuanya mengalami perubahan, warna dan sebagainya. Sehingga perlu dilakukan pemeriksaan laboratorium secara lebih mendalam," ujarnya.

Selain jaringan dan organ dalam, tim forensik mengambil sampel swab. Pengambilan sampel tersebut dilakukan menyusul informasi bahwa saat meninggal Sutrimo sempat mengeluarkan cairan dari hidung dan mulut.

"Pada waktu kami ekshumasi tadi sudah tidak ada, tetapi kami mencoba mengambil swab untuk pemeriksaan laboratorium. Kita tunggu hasil laboratorium tersebut," katanya.

Tim juga mengambil sejumlah bagian tubuh yang ditemukan memiliki kelainan, termasuk kulit, serta organ dalam seperti lambung dan jantung. Seluruh sampel tersebut selanjutnya akan diperiksa di laboratorium.

Dari pemeriksaan luar dan bagian dalam tubuh secara visual, tim forensik sejauh ini tidak menemukan tanda-tanda luka yang mengarah pada kekerasan menggunakan benda tumpul maupun benda tajam.

"Secara visual, kami tidak mendapatkan tanda-tanda luka yang mengarah pada benda tumpul maupun benda tajam," kata Ahmad.

Namun, hasil pemeriksaan tersebut belum dapat menjadi kesimpulan akhir mengenai penyebab kematian. Tim masih menunggu hasil histopatologi, toksikologi, dan DNA sebelum menyimpulkan secara definitif.

Karodokpol Pusdokkes Polri sekaligus Ketua PDFMI Brigjen Sumy Hastry Purwanti mengatakan, tim forensik juga berhasil memastikan identitas jenazah berdasarkan sejumlah ciri fisik.

Salah satu ciri yang menjadi petunjuk adalah kondisi jempol kaki kiri yang tidak memiliki kuku atau bagian tertentu, sesuai dengan informasi yang diberikan keluarga.

"Setelah proses ekshumasi atau bongkar kubur, kemudian kami lakukan pemeriksaan luar. Kami bisa mengidentifikasi bahwa jenazah yang diperiksa adalah almarhum Sutrimo berdasarkan ciri jempol kaki kiri yang tidak ada," ujar Hastry.

Selain itu, tim menemukan bekas luka pada bagian bahu kanan. Ciri tersebut sesuai dengan keterangan keluarga mengenai riwayat tindakan medis yang pernah dijalani Sutrimo.

"Di bahu kanan juga ada bekas luka yang menurut keluarga merupakan bekas operasi kecil," katanya.

Meski identitas jenazah telah dipastikan dan pemeriksaan awal tidak menemukan tanda kekerasan secara visual, penyebab pasti kematian Sutrimo masih harus menunggu hasil pemeriksaan laboratorium.

Editor: EldeJoyosemito

Related News

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut