get app
inews
Aa Text
Read Next : Ratusan Pensiunan Geruduk Mandiri Taspen Purwokerto, Ini yang Dituntut

Warga Cindaga Tolak Tambang Pasir Mesin Sedot, Takut Terjadi Longsor

Rabu, 19 Agustus 2026 | 07:32 WIB
header img
Ratusan warga, termasuk kaum ibu, menggelar aksi penolakan aktivitas penambangan pasir menggunakan mesin penyedot di Desa Cindaga, Kecamatan Kebasen. (Foto: Istimewa)

“Kami merasa resah, terancam, dan terganggu. Selama hampir 30 tahun kami masih ingat kejadian longsor dulu, termasuk rumah warga yang sampai harus pindah beberapa kali,” ujarnya.

Keresahan warga semakin meningkat seiring bertambahnya jumlah mesin penyedot pasir di Sungai Serayu. Sarno menyebut saat ini terdapat 11 mesin sedot yang beroperasi atau berada di lokasi penambangan.

“Bayangkan saja, di sini sudah ada 11 mesin penyedot pasir. Kami mencatat, awalnya hanya tiga mesin, kemudian bertambah delapan dan saat ini telah mencapai 11 mesin penyedot,” ungkapnya.

Menurut Sarno, peningkatan aktivitas penambangan tersebut dikhawatirkan memperbesar ancaman erosi dan longsor ketika musim hujan tiba.

Jika terjadi longsor, kata dia, dampaknya tidak hanya terhadap jalan dan infrastruktur, tetapi juga dapat mengancam permukiman warga.

Selain ancaman lingkungan, masyarakat juga terganggu oleh suara mesin penyedot yang beroperasi. Debu dari aktivitas dan lalu lintas kendaraan pengangkut pasir juga menjadi persoalan, terutama selama musim kemarau.

Kekhawatiran lain berkaitan dengan keselamatan anak-anak yang setiap sore melintas di sekitar lokasi untuk mengikuti kegiatan mengaji di masjid setempat.

“Kami takut terjadi sesuatu terhadap anak-anak mengaji atau anak-anak TPQ karena setiap hari, terutama sore, mereka lalu-lalang di situ,” kata Sarno.

Editor : EldeJoyosemito

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut