get app
inews
Aa Text
Read Next : Ratusan Pensiunan Geruduk Mandiri Taspen Purwokerto, Ini yang Dituntut

Warga Cindaga Tolak Tambang Pasir Mesin Sedot, Takut Terjadi Longsor

Rabu, 19 Agustus 2026 | 07:32 WIB
header img
Ratusan warga, termasuk kaum ibu, menggelar aksi penolakan aktivitas penambangan pasir menggunakan mesin penyedot di Desa Cindaga, Kecamatan Kebasen. (Foto: Istimewa)

Sarno menegaskan, penolakan warga bukan terhadap seluruh aktivitas penambangan pasir. Masyarakat masih dapat menerima penambangan manual menggunakan perahu seperti yang dilakukan sebelumnya.

“Kami menolak penambangan dengan mesin. Tetapi kami tidak menolak penambangan manual dengan perahu,” tegasnya.

Menurut dia, penambangan manual menggunakan perahu dilakukan dengan peralatan sederhana seperti ember dan waring. Pola tersebut dinilai masih memberikan peluang kerja bagi masyarakat setempat.

“Kalau menggunakan perahu seperti dulu, silakan. Banyak tenaga kerja lokal yang bisa terlibat,” katanya.

Sarno menyebut aktivitas penambangan pasir di kawasan tersebut telah berlangsung sekitar 10 hingga 15 tahun atau bahkan lebih. Selama dilakukan secara manual, warga mengaku tidak mempermasalahkannya.

Melalui aksi tersebut, warga meminta seluruh mesin penyedot pasir dikeluarkan dari wilayah Desa Cindaga.

“Keluarkan dari Cindaga. Mau dikembalikan kepada pemiliknya atau dipindahkan ke mana, silakan. Intinya sederhana. Semuanya harus keluar, tidak ada mesin satu pun,” tegas Sarno.

Editor : EldeJoyosemito

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut