Bersawa Warga Lokal, Mahasiswa Jepang Pelajari Pemulihan Pascabencana di Desa Serang Purbalingga
Pengetahuan warga yang diperoleh dari pengalaman hidup di kawasan rawan bencana dinilai memiliki peran penting dalam memahami karakter wilayah dan menentukan langkah mitigasi yang sesuai.
"Pengetahuan masyarakat yang tinggal langsung di kawasan ini sangat penting. Mereka mengetahui kondisi lingkungan, aliran air, lahan dan perubahan yang terjadi setelah bencana," kata salah seorang pendamping kegiatan.
Sementara itu, keterlibatan mahasiswa dan akademisi dari Jepang memberikan perspektif berbeda mengenai pemulihan bencana, pengelolaan lingkungan, pertanian serta pemanfaatan teknologi.
Program Joint Community-Service Program 2026 ini dijadwalkan berlangsung hingga 23 Agustus 2026. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi ruang pertukaran pengetahuan antara masyarakat Desa Serang, akademisi dan mahasiswa dari Indonesia serta Jepang.
Rivai menilai, kegiatan lapangan seperti itu memberikan pengalaman yang tidak diperoleh mahasiswa hanya melalui pembelajaran di ruang kelas.
"Desa menjadi ruang belajar yang sangat penting. Mahasiswa bisa melihat langsung bagaimana masyarakat menghadapi bencana, memanfaatkan lingkungan dan berusaha bangkit setelah bencana," katanya.
Melalui kolaborasi Indonesia-Jepang tersebut, pemulihan pascabencana ditempatkan sebagai proses yang tidak hanya berkaitan dengan persoalan teknis. Pemulihan juga mencakup penguatan masyarakat, pemanfaatan potensi lokal, perlindungan lingkungan dan pembangunan desa yang lebih tangguh terhadap bencana.
Editor: EldeJoyosemito