Kisah Bos Rokok HS Bangkit Setelah Istri Meninggal, Kini Punya 7.000 Karyawan
PURWOKERTO, iNewsPurwokerto.id - Di balik konser Hey...Slank, Berani Kita Beda Tour di Purwokerto, tersimpan kisah pribadi Muhammad Suryo yang jauh dari gemerlap panggung. Pemilik Rokok HS asal Magelang itu pernah berada di titik terberat dalam hidupnya setelah mengalami kecelakaan bersama sang istri yang kemudian meninggal dunia.
Cerita tersebut disampaikan Suryo dalam konferensi pers agenda tur konser Slank di Hotel Aston Purwokerto, Minggu (30/8/2026).
Ia mengenang perjalanan bisnis HS dalam beberapa tahun terakhir sebagai fase yang penuh tekanan. Meski perusahaan berkembang pesat dan jumlah pekerja terus bertambah, perjalanan itu ternyata dibarengi berbagai persoalan berat hingga sebuah tragedi keluarga.
"Perjalanan HS selama setahun ini, perjalanan yang singkat, seperti berdiri di atas kerikil yang tajam, tapi bisa kita lalui bersama," ujar Suryo.
Pertumbuhan Rokok HS berlangsung cukup cepat. Suryo menyebut, pada 2023 perusahaan tersebut hanya memiliki sekitar 30 karyawan.
Setahun kemudian, jumlah pekerja meningkat menjadi sekitar 300 orang. Perkembangan itu terus berlanjut hingga perusahaan disebut mampu menyerap ribuan tenaga kerja.
Namun, pertambahan karyawan tidak otomatis membuat perjalanan bisnis menjadi mudah. Suryo mengatakan, di tengah kondisi tersebut dirinya bersama keluarga memilih untuk memohon petunjuk melalui doa.
Ia bahkan sempat menjalankan ibadah umrah dan memanjatkan doa mengenai keberlangsungan usaha yang sedang dijalankan.
Suryo mengaku menyerahkan sepenuhnya hasil usaha tersebut kepada Tuhan. Jika bisnis itu memang menjadi jalan rezekinya, ia berharap diberi kemudahan untuk menjalaninya.
"Kalau memang ini rezeki kami, maka mudahkanlah. Tetapi jika bukan rezeki kami, kami ikhlas," katanya mengisahkan.
Perusahaan kemudian terus berkembang. Pada 2025, Suryo menyebut HS mendapatkan penghargaan sebagai salah satu perusahaan dengan penyerapan tenaga kerja terbanyak di Jawa Tengah.
Namun, ketika bisnis sedang bertumbuh, cobaan besar justru datang dalam kehidupan pribadinya.
Pertengahan Ramadan menjadi salah satu fase paling berat bagi Suryo. Ia dan istrinya mengalami kecelakaan.
Dalam kondisi kritis dan berada di antara sadar dan tidak sadar, bukan hanya keselamatan dirinya yang ada dalam pikirannya. Ia justru teringat ribuan pekerja yang saat itu disebut bergantung pada keberlangsungan perusahaan.
Insiden itu jadi ujian berat yang dialami Suryo. Suryo sempat meneteskan air mata. Kecelakaan lalu lintas itu juga membuat Suryo luka-luka, ada enam patah tulang kaki yang diderita. Di tengah ujian itu, Suryo kembali berdoa.
"Kalau memang saya masih bermanfaat, tolong disembuhkan," tuturnya mengenang doa yang terlintas ketika itu.
Editor : Arbi Anugrah