Serunya Banyumas Mantu, Ketika 29 Pasangan Nikah Bersama
“Dengan adanya buku nikah, akan lebih mudah dalam mengurus berbagai kebutuhan administrasi keluarga, termasuk terkait anak, pendidikan, kesehatan, maupun hak-hak hukum lainnya. Untuk itu saya berharap kegiatan ini bisa terus dilakukan dan semakin banyak masyarakat yang dibantu,” tegasnya.
Di balik prosesi sakral para pasangan pengantin, Banyumas Mantu juga membawa cerita lain. Pernikahan ternyata menghidupkan begitu banyak sektor usaha.
Agus menilai industri pernikahan merupakan bagian dari ekosistem ekonomi kreatif yang melibatkan banyak pelaku usaha. Mulai dari wedding organizer, dekorasi, tata rias, fotografi, katering, busana, suvenir, hiburan, percetakan hingga berbagai usaha mikro, kecil, dan menengah.
“Ketika ada satu pernikahan, ada banyak pelaku usaha yang ikut bergerak. Melalui expo ini, menjadi ruang untuk mempertemukan para pelaku usaha wedding dengan masyarakat,” ujarnya.
Ia berharap para pelaku industri pernikahan di Banyumas terus meningkatkan profesionalisme dan kreativitas sehingga mampu memperluas pasar serta naik kelas.
Ketua Panitia Banyumas Wedding Expo 2026, Rumaisa, mengatakan rangkaian kegiatan tersebut telah berlangsung sejak Maret. Selain menjadi ajang promosi industri pernikahan lokal, kegiatan itu sekaligus menjadi bagian dari peringatan HUT ke-81 RI di Banyumas.
“Hari ini kita sampai di puncak acara sebagai wadah promosi, pembangunan, dan ajang yang memberikan kebermanfaatan nyata bagi masyarakat Banyumas,” kata Rumaisa.
Editor : EldeJoyosemito