Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Ekshumasi Sutrimo di Banyumas, Dokter Forensik Periksa Tanah hingga Seluruh Organ
Advertisement . Scroll to see content

Krisis Air Bersih Meluas, Hampir 50 Ribu Warga Banyumas Terdampak Kekeringan

Senin, 07 September 2026 | 18:48 WIB
  • author Elde Joyosemito
Krisis Air Bersih Meluas, Hampir 50 Ribu Warga Banyumas Terdampak Kekeringan
Krisis air bersih kini telah dirasakan puluhan ribu warga di berbagai wilayah. (Foto: BPBD Banyumas)

PURWOKERTO, iNewsPurwokerto.id — Musim kemarau mulai memperluas dampaknya di Kabupaten Banyumas. Krisis air bersih kini telah dirasakan puluhan ribu warga di berbagai wilayah.

Data Pos Komando Penanganan Darurat Bencana Kekeringan dan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Kabupaten Banyumas mencatat, hingga 5 September 2026 sebanyak 49.450 jiwa dari 14.090 kepala keluarga (KK) terdampak kekeringan.

Mereka tersebar di 58 desa dan kelurahan yang berada di 19 kecamatan. Selain permukiman warga, sebanyak 11 fasilitas umum juga tercatat mengalami dampak kekeringan.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Banyumas Dwi Irawan Sukma mengatakan, kondisi tersebut membuat kebutuhan terhadap bantuan air bersih terus meningkat. BPBD bersama sejumlah pihak hingga kini masih melakukan pengiriman air ke wilayah yang mengalami keterbatasan sumber air.

"Update sampai 5 September, sudah ada 58 desa dan kelurahan yang terdampak kekeringan. Jumlah warga yang terdampak mencapai 49.450 jiwa atau 14.090 KK," kata Dwi Irawan Sukma.

Hingga tanggal tersebut, BPBD Banyumas telah melakukan 579 kali pengiriman air bersih. Total air yang didistribusikan mencapai 2.878.000 liter.

"Total air yang sudah kami distribusikan mencapai 2.878.000 liter melalui 579 kali pengiriman," ujarnya.

Distribusi air bersih dilakukan ke wilayah yang sumber airnya mulai berkurang bahkan tidak lagi mampu memenuhi kebutuhan masyarakat. Pengiriman dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan laporan dari pemerintah desa maupun kelurahan serta kondisi di lapangan.

Dwi mengatakan, pemantauan terus dilakukan untuk mengetahui perkembangan daerah yang mengalami kekeringan. Langkah tersebut diperlukan agar bantuan dapat diarahkan ke wilayah yang paling membutuhkan.

"Kami terus melakukan pemantauan dan distribusi berdasarkan kebutuhan di masing-masing wilayah terdampak. Prinsipnya, masyarakat yang mengalami kesulitan air bersih menjadi prioritas," katanya.

Wilayah terdampak tersebar cukup luas, mulai dari kawasan perkotaan hingga sejumlah desa di bagian barat, selatan, dan timur Kabupaten Banyumas.

Di Kecamatan Karanglewas, misalnya, kekeringan melanda Desa Tamansari, Pasir Lor, dan Kediri. Sementara di Kecamatan Purwokerto Timur, Kelurahan Sokanegara juga masuk dalam daftar wilayah terdampak.

Kecamatan Cilongok menjadi salah satu wilayah dengan sejumlah desa yang membutuhkan bantuan air bersih. Desa Rancamaya, Panusupan, Sudimara, Cipete, Langgangsari, dan Kriegeran tercatat sebagai wilayah terdampak.

Di Kecamatan Sumpiuh, kekeringan antara lain melanda Desa Nusadadi, Karanggedung, Kemiri, Selandaka, serta sejumlah wilayah kelurahan. Kondisi serupa juga terjadi di Kecamatan Tambak, antara lain Desa Bunuyu, Gemelar Kidul, Gumelar Lor, Prembun, dan Gebangsari.

Sementara di Kecamatan Jatilawang, wilayah terdampak mencakup Desa Karanglewis, Bantar, Tlukiung, Gumelar Kidul, dan Pekuncen.

Wilayah lain yang masuk dalam daftar terdampak meliputi Kecamatan Kemranjen, Patikraja, Wangon, Somagede, Lumbir, Ajibarang, Purwojati, Gumelar, Pekuncen, Rawalo, Purwokerto Barat, Kebasen, hingga Kalibagor.

Meluasnya cakupan wilayah terdampak membuat penanganan kekeringan membutuhkan dukungan dan koordinasi berbagai pihak. BPBD tidak hanya mengandalkan pengiriman air bersih, tetapi juga melakukan pemantauan terhadap kondisi sumber air di wilayah terdampak.

Dwi mengingatkan masyarakat agar menghemat penggunaan air, terutama selama curah hujan belum kembali merata.

"Kami mengimbau masyarakat untuk menggunakan air secara bijak dan menghemat air yang masih tersedia. Kalau ada wilayah yang mengalami kesulitan air bersih, segera dilaporkan agar dapat ditindaklanjuti," ujarnya.

Menurut Dwi, distribusi air bersih akan terus dilakukan selama masyarakat masih membutuhkan bantuan. BPBD juga berkoordinasi dengan pemerintah kecamatan, desa, dan kelurahan untuk memastikan pengiriman air dapat menjangkau warga yang mengalami krisis air.

"Distribusi akan terus kami lakukan sesuai kondisi dan laporan dari lapangan. Kami berupaya agar kebutuhan dasar masyarakat, khususnya air bersih, tetap terpenuhi selama kondisi kekeringan berlangsung," kata Dwi.

Editor: EldeJoyosemito

Related News

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut