Pertama di Indonesia, Taman Literasi CBP Rupiah Dibangun di Banyumas Manfaatkan Limbah
"Bank Indonesia terus memikirkan dan melakukan berbagai upaya bagaimana bisa meningkatkan layanan ketersediaan uang Rupiah kepada seluruh masyarakat," kata Ramdan.
Dia berharap Taman Literasi dan Tugu CBP Rupiah di Banyumas nantinya tidak sekadar menjadi fasilitas publik. Kawasan tersebut diharapkan dapat menjadi ruang belajar terbuka bagi masyarakat untuk mengenal Rupiah sekaligus memahami peran BI sebagai bank sentral.
Melalui fasilitas tersebut, masyarakat diharapkan semakin mencintai dan bangga menggunakan Rupiah serta memahami fungsi dan kedudukannya. Selain itu, ruang literasi tersebut juga diharapkan mendorong munculnya berbagai ide kreatif dan inovatif yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
Ramdan menilai pembangunan taman tersebut juga menjadi wujud sinergi sejumlah pihak, antara lain BI Purwokerto, PT Pos Indonesia, dan PLTU Adipala.
"Ini juga bagian daripada sinergi Merah Putih dalam rangka bagaimana kita bersama-sama bisa memberikan manfaat untuk masyarakat di Banyumas," ujarnya.
Sementara itu, Deputi Kepala Perwakilan BI Purwokerto Mahdi Abdillah mengatakan Taman Literasi CBP Rupiah akan diarahkan sebagai ruang edukasi bagi masyarakat. Materi yang disajikan tidak hanya mengenai Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah, tetapi juga memuat informasi mengenai kebanksentralan, budaya, dan sejarah Banyumas.
"Nanti di sini akan disediakan panel-panel untuk edukasi, jadi masyarakat atau siswa ketika datang ke sini tidak hanya duduk-duduk saja, tapi bisa sambil belajar," kata Mahdi.
Editor: EldeJoyosemito