Pertama di Indonesia, Taman Literasi CBP Rupiah Dibangun di Banyumas Manfaatkan Limbah
Untuk menjaga fungsi taman sebagai ruang edukasi, BI Purwokerto juga telah berkoordinasi dengan pemerintah kecamatan dan Pemerintah Kabupaten Banyumas terkait penataan aktivitas pelaku UMKM dan pedagang kaki lima (PKL).
Mahdi mengatakan area khusus akan disiapkan bagi UMKM dan PKL sehingga aktivitas ekonomi masyarakat tetap dapat berjalan tanpa mengganggu fungsi utama Taman Literasi CBP Rupiah.
Selain mengedepankan edukasi, pembangunan taman juga menerapkan konsep pemanfaatan material daur ulang. Limbah hasil penghancuran uang kertas yang sudah tidak layak edar akan digunakan sebagai bagian dari panel pada tugu dan fasilitas edukasi.
Adapun limbah hasil pembakaran PLTU Adipala akan dimanfaatkan sebagai bahan pembuatan paving block di kawasan taman.
Mahdi menargetkan pembangunan Taman Literasi CBP Rupiah tersebut dapat diselesaikan dalam waktu sekitar dua bulan.
"Untuk di sini, di wilayah KPW Purwokerto ini pertama. Konsepnya adalah tidak hanya tugu, tetapi kita juga taman literasi. Jadi konsepnya taman literasi, ada tidak hanya bangunan saja tetapi bangunannya berisi edukasi," ujarnya.
Editor: EldeJoyosemito