Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Dukung Program Ketahanan Pangan, Polresta Banyumas Tanam Jagung dan Tebar Benih Ikan
Advertisement . Scroll to see content

Dua Terduga Begal di Banyumas Dibekuk, Modusnya Ngaku sebagai Petugas Bawa Senjata Tajam

Kamis, 08 Oktober 2026 | 16:12 WIB
  • author Elde Joyosemito
Dua Terduga Begal di Banyumas Dibekuk, Modusnya Ngaku sebagai Petugas Bawa Senjata Tajam
Barang bukti aksi perampasan terhadap pengguna sepeda motor pada malam hari di Banyumas ditangkap Satreskrim Polresta Banyumas. (Foto: Istimewa)

PURWOKERTO, iNewsPurwokerto.id - Dua pria yang diduga melakukan aksi perampasan terhadap pengguna sepeda motor pada malam hari di Banyumas ditangkap Unit Reaksi Cepat (URC) Satreskrim Polresta Banyumas. Dalam menjalankan aksinya, kedua pelaku diduga mengaku sebagai petugas dan mengancam korban menggunakan senjata.

Kedua terduga pelaku masing-masing berinisial MRNH (19) dan ME (29), warga Kecamatan Patikraja. Keduanya diamankan Tim Resmob Polresta Banyumas pada Selasa (6/10/2026), setelah polisi menindaklanjuti laporan korban.

Kapolresta Banyumas Kombes Pol Petrus P. Silalahi mengatakan aksi tersebut terjadi pada Minggu (4/10/2026) sekitar pukul 01.30 WIB. Lokasi kejadian berada di Jalan Raya Purwokerto-Ajibarang, tepatnya di kawasan depan Museum Panglima Besar Jenderal Sudirman, Purwokerto Barat, dan berlanjut hingga wilayah Desa Pasir Kulon, Kecamatan Karanglewas.

Menurut Petrus, kedua terduga pelaku menjalankan aksinya dengan berboncengan menggunakan sepeda motor Honda PCX warna putih. MRNH diduga membawa pisau jenis bayonet sepanjang sekitar 30 sentimeter dengan gagang menyerupai pistol. Senjata tersebut diselipkan di bagian perut dan ditutupi sweater.

Keduanya kemudian membuntuti sepeda motor Honda Beat yang ditumpangi tiga remaja, yakni R0 (16), FA (13), dan TIM (14). Ketiganya diketahui merupakan warga Kecamatan Ajibarang.

Saat berada di lokasi kejadian, kedua terduga pelaku diduga memepet sepeda motor korban hingga berhenti. MRNH kemudian turun dan menunjukkan gagang senjata yang dibawanya sambil mengaku sebagai petugas.

"Sambil mengaku sebagai petugas, tersangka meminta para korban menyerahkan telepon seluler. Para korban yang ketakutan kemudian menyerahkan dua unit telepon seluler. Tidak berhenti di situ, tersangka juga memaksa korban menyerahkan sepeda motor Honda Beat yang digunakan mereka," kata Petrus.

Setelah menguasai telepon seluler dan sepeda motor korban, ketiga korban kemudian dibawa ke lokasi yang lebih sepi dan gelap di sekitar sebelah timur makam Syekh Maqdum Wali, Desa Pasir Kulon, Kecamatan Karanglewas.

Editor: EldeJoyosemito

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut