Inovasi Keren Siswa, dari Robot Pembersih Sungai hingga Kapal dan Sepeda Tenaga Surya
Dari 15 proposal penelitian yang diajukan, sebanyak delapan proyek terpilih melalui proses seleksi oleh tim guru Science dan Social Studies. Para siswa yang lolos mendapatkan pendampingan mulai dari penyusunan proposal, pelaksanaan penelitian, hingga monitoring dan evaluasi.
Pendampingan dilakukan setiap pekan selama dua bulan untuk memastikan penelitian berjalan terarah dan menghasilkan karya yang dapat dipertanggungjawabkan.
Untuk menjaga kualitas penilaian, Puhua Student Fair 2.0 juga melibatkan juri eksternal dari kalangan praktisi dan pegiat lingkungan. Mereka adalah Rizki Riyansyah, aktivis lingkungan sekaligus Tim Advokasi dan Pengorganisasian WALHI Jawa Tengah, serta Silvia Melinda dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Banyumas.
Penilaian mencakup ketepatan ilmiah, dampak terhadap lingkungan, potensi keberlanjutan, kreativitas, kelayakan penerapan, serta kemampuan siswa menjelaskan proses dan hasil penelitian.
Pengelola Layanan Operasional DLH Kabupaten Banyumas Silvia Melinda mengapresiasi beragam gagasan yang dihasilkan para siswa. Menurut dia, kegiatan tersebut dapat menjadi sarana menumbuhkan kesadaran generasi muda terhadap persoalan lingkungan.
"Kalau saya lihat, acara hari ini sangat keren dan memotivasi. Siswa-siswinya juga sangat inovatif karena ada beberapa proyek yang luar biasa," katanya.
Dia mengingatkan, upaya menjaga lingkungan bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah. Masyarakat juga perlu mengambil bagian melalui kebiasaan sederhana, seperti memilah sampah sejak dari sumbernya, mengurangi pencemaran air, dan membangun kebiasaan positif di lingkungan sekitar.
Silvia berharap kegiatan semacam itu dapat terus dikembangkan sehingga kepedulian terhadap lingkungan tidak berhenti pada kegiatan pameran, tetapi menjadi bagian dari perilaku sehari-hari generasi muda.
Editor: EldeJoyosemito