PPKM di Indonesia Dapat Ditiru Negara Lain untuk Menekan Covid-19

Rico Afrido Simanjuntak
.
Selasa, 28 September 2021 | 15:18 WIB
Pemberlakuan PPKM yang dilakukan Indonesia ini bisa ditiru oleh negara-negara lainnya untuk menekan penularan Covid-19. (Foto: Inews.id)

JAKARTA, iNews.id - Pemberlakuan PPKM atau Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat yang dilakukan Indonesia ini bisa ditiru oleh negara-negara lainnya untuk menekan penularan Covid-19.

Anggota Komisi IX DPR RI Rahmad Handoyo mengatakan penerapan PPKM di Indonesia ternyata efektif menurunkan kasus Covid-19.

"Saya kira penerapan level 1 sampai 4 itu bisa dilakukan di seluruh dunia. Artinya ketika wilayah itu menggunakan level mana yang perlu ditutup, mana yang sangat ketat, mana yang perlu dilonggarkan, mana yang perlu dibuka sedikit-sedikit dengan prasyarat-prasyarat, ini merupakan hal sangat positif untuk disampaikan ke negara lain," ujarnya, Selasa (28/9/2021).

Rahmad juga merespons baik keinginan Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden yang mengundang sekaligusmeminta masukan Presiden Jokowi mengatasi pandemi Covid-19. 

"Tentu saya kira presiden menyambut baik bagaimana bertukar pikiran menularkan ilmu yang sudah dilakukan di Indonesia untuk bisa disampaikan ke Amerika maupun ke negara lain. Karena kita juga sebagai bangsa tentu belajar dari negara lain kan," tuturnya.

Dia yakin Pandemi Covid-19 bisa cepat diatasi jika semua negara di dunia bergandengan tangan atau bergotong royong. "Mudah-mudahan kolaborasi dan apa yang sudah dilakukan di Indonesia bisa dikloning di Amerika, sehingga di sana kasusnya bisa segera menurun dan bisa dikendalikan," katanya.

Namun, Rahmad menyayangkan masih adanya pihak di dalam negeri yang mengkritik pemerintah dalam menangani Pandemi Covid-19. "Ada beberapa yang berseberangan dengan pemerintah boro-boro berterima kasih kepada pemerintah, berterima kasih kepada rakyat aja enggak pernah dengar kita," katanya.

Dia mendengar beberapa waktu lalu ada yang menilai pengendalian Covid-19 di Indonesia berubah-ubah. Bahkan, ada yang menilai negara tidak mampu menjamin rakyatnya.

"Nah sekarang ketika rakyat bersama pemerintah bergotong royong terhadap pengendalian Covid-19 mereka ke mana? Pada diam. Yang saya sayangkan adalah terus mengkritik untuk kepentingan sesaat, untuk kepentingan politik untuk berseberangan dengan pemerintah, ya itu lah kerjaannya mereka memang seperti itu, apa yang dibuat pemerintah bersama rakyat masih aja dianggap salah," ujarnya.

Padahal, penanganan Covid-19 di Indonesia tercatat sebagai salah satu yang terbaik di dunia. Tidak sedikit negara lain serta Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yang mengapresiasi penanganan Covid-19 di Indonesia.

Di samping itu, dia menilai kritikan dari dalam negeri itu dijadikan semangat pemerintah bersama rakyat dalam mengendalikan Covid-19. "Barangkali memang sudah jadi pekerjaannya mengkritik pemerintah, meskipun itu sudah diapresiasi oleh negara lain, yang penting tidak kendor, tidak lengah, tidak berpuas diri, rakyat bersama pemerintah terus mengendalikan Covid-19 dan keberhasilan kita tularkan ke negara lain agar bisa disampaikan dan dilakukan di negara lain," ujarnya.

Mengenai pelonggaran saat ini diharapkan bisa dipertanggungjawabkan dengan tetap menggunakan protokol kesehatan. Kemudian, penurunan kasus Covid-19 sekarang ini tidak boleh disambut dengan euforia yang berlebihan.

"Tetap waspada dan bersyukur pada Allah SWT, karena kehendaknya kasus bisa turun sedemikian cepat, tetapi itu tetap waspada saling mengingatkan, prokes wajib kita gunakan, jangan lalai, jangan abai prokes, itu syarat agar kasus tidak naik kembali," pungkasnya.

Diketahui sebelumnya, Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi (Marinvest) Luhut Binsar Pandjaitan melaporkan angka kasus Covid-19 terus mengalami perbaikan. Bahkan, kini angka kasus aktif nasional telah turun 92,6% dari puncak pada 24 Juli lalu. Luhut juga melaporkan positivity rate Covid-19 nasional sudah menembus angka 1%.
 

Editor : Vitrianda Hilba Siregar
Bagikan Artikel Ini