Tujuan kedatangan Bupati adalah untuk melihat langsung kondisi rumah Sarjum yang ternyata sangat tidak layak.
"Kemarin kita menerima laporan dari BPS. Ada seorang warga di Desa Totogan yang tinggal di gubuk reot dengan kondisi yang memprihatinkan. Hari ini kami langsung meninjau lokasinya untuk melihat sendiri kondisi di lapangan. Dan memang kondisinya sangat memprihatinkan," ujar Bupati.
Sarjum tinggal di gubuk reot bersama dua anaknya yang masih bersekolah dasar. Ia terpaksa tinggal di gubuk bambu karena rumah yang sangat sederhana ditempati oleh istrinya, Sutini (38), yang ternyata mengalami gangguan jiwa.
"Karena istrinya mengalami gangguan jiwa dan seringkali marah-marah, Sarjum akhirnya membuat gubuk di bawahnya untuk tinggal bersama anak-anaknya," ungkap Bupati.
Bupati meminta agar penanganan segera dilakukan. Ia menawarkan kepada Sarjum agar anak-anaknya dapat sekolah di Pondok Al Kahfi Somalangu.
Sementara itu, ibunya akan dirawat di rumah ODGJ di Desa Wadasmalang. Bupati khawatir bahwa jika anak-anak tinggal dalam kondisi tersebut dalam jangka waktu yang lama, hal itu dapat berdampak pada kesehatan jiwa mereka.
"Tadi kami menawarkan agar anak-anaknya bisa sekolah di pondok, sehingga mereka dapat mengenal dunia luar dan memiliki banyak teman. Karena jika terlalu lama tinggal di sini, khawatir akan berdampak pada kesehatan jiwa mereka. Karena kondisi ini tidak layak, dan kemudian istri Sarjum akan dirawat di Wadasmalang untuk mendapatkan perawatan,"jelas Bupati.
Editor : EldeJoyosemito
Artikel Terkait