PURWOKERTO, iNewsPurwokerto.id — Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Banyumas menorehkan sejumlah capaian penting selama kepemimpinan Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono. Selain berhasil menghimpun Dana Bulan PMI lebih dari Rp2,5 miliar, PMI Banyumas juga tercatat sebagai salah satu pelopor ekspor plasma darah ke Korea Selatan.
Sadewo mengatakan, selama memimpin PMI Banyumas ia menerapkan pola kepemimpinan kolektif dan kolaboratif. Menurutnya, sistem tersebut membuat organisasi tetap berjalan solid meski dirinya kerap disibukkan tugas sebagai kepala daerah.
“Saya berusaha menerapkan kepemimpinan yang betul-betul kolektif. Banyak keputusan diambil lewat rapat dan diskusi bersama. Ada atau tidak ada saya, organisasi tetap berjalan karena ada Wakil Ketua I dan Wakil Ketua II sesuai bidangnya masing-masing,” ujar Sadewo di sela Musyawarah Kabupaten (Muskab) PMI Banyumas, 7–8 Februari 2026.
Ia menilai, kekompakan pengurus berdampak langsung pada peningkatan prestasi lembaga. Salah satu indikatornya adalah tingginya partisipasi masyarakat dalam penggalangan Dana Bulan PMI.
“Alhamdulillah, dengan cara seperti itu kekompakan PMI Banyumas luar biasa, dan prestasinya juga luar biasa,” katanya.
Di tingkat yang lebih luas, PMI Banyumas menjadi salah satu dari hanya tiga PMI di Indonesia yang mampu mengekspor plasma darah ke Korea Selatan. Program tersebut, kata Sadewo, masih berjalan hingga kini.
“Dari seluruh PMI di Indonesia, hanya tiga yang bisa ekspor plasma darah ke Korea Selatan, dan salah satunya PMI Banyumas. Ini tentu membanggakan,” ujarnya.
Keberhasilan itu turut menjadikan PMI Banyumas sebagai rujukan studi banding. Sejumlah PMI dari berbagai daerah, termasuk luar Jawa, datang untuk mempelajari pengelolaan donor darah dan manajemen organisasi di Banyumas.
Editor : EldeJoyosemito
Artikel Terkait
