Sampel yang diperoleh selama proses pemeriksaan akan dianalisis oleh sejumlah ahli. Mereka berasal dari bidang laboratorium forensik, psikologi, DNA, hingga histopatologi anatomi.
"Dari tiga tahap tersebut kami juga dari Perhimpunan Dokter Forensik Medikolegal Indonesia, melibatkan beberapa ahli di dalamnya, selain spesialis forensik medikolegal kami juga mengajak teman-teman dari laboratorium forensik dan dari laboratorium psikologi di UI, juga di UNER untuk memeriksa hasil lab-nya nanti dan juga dari ahli DNA dan ahli histopathologi anatomi," kata Hastry.
Keterlibatan berbagai disiplin tersebut dimaksudkan untuk mendapatkan gambaran yang lebih lengkap mengenai kondisi Sutrimo sebelum meninggal.
Hasil pemeriksaan laboratorium nantinya akan menjadi bagian dari keseluruhan analisis tim forensik.
Hastry mengatakan pemeriksaan dilakukan secara komprehensif dengan menggabungkan hasil pemeriksaan langsung terhadap jenazah dan analisis dari berbagai laboratorium.
"Sehingga kita bekerja dengan menyeluruh, komprehensif, dan hasilnya juga berdasarkan dari hasil pemeriksaan lab-lab nanti yang kita dapatkan. Mohon doanya rekan-rekan dan seluruh masyarakat sehingga kita bisa membuat jelas apakah cara dan sebab kematiannya natural atau unnatural kematian," ujarnya.
Dengan pemeriksaan tersebut, tim forensik diharapkan dapat memperoleh informasi yang membantu menjelaskan apakah kematian Sutrimo termasuk kematian natural atau unnatural.
Namun, hasil tersebut belum dapat disimpulkan sebelum seluruh tahapan pemeriksaan dan analisis laboratorium selesai dilakukan.
Hastry meminta masyarakat memberikan waktu kepada tim untuk menjalankan seluruh proses pemeriksaan secara maksimal.
"Sehingga kami juga mohon waktu ya untuk bekerja hari ini dengan maksimal," katanya.
Editor : Arbi Anugrah
Artikel Terkait
