Makam Sutrimo Dibongkar, Tak Ditemukan Luka Kekerasan Secara Visual

Arbi Anugrah/Elde Joyosemito
Tim forensik membutuhkan waktu hingga tiga minggu untuk memastikan penyebab kematian Sutrimo (42). (Foto: iNewsPurwokerto)

Selain itu, pemeriksaan DNA dilakukan untuk melengkapi proses identifikasi sekaligus mendukung pemeriksaan forensik terhadap jenazah.

"Sehingga sampai saat ini, proses untuk finalisasi masih tetap langsung, menunggu sampai hasil dari pemeriksaan laboratorium tersebut, yaitu pemeriksaan histopatologi, pemeriksaan toksikologi, dan pemeriksaan DNA," lanjut Ahmad.

Karena hasil laboratorium belum keluar, tim belum bisa memastikan apakah Sutrimo meninggal karena sebab alamiah atau terdapat faktor lain.

Karodokpol Pusdokkes Polri sekaligus Ketua Perhimpunan Dokter Forensik dan Medikolegal Indonesia (PDFMI), Brigjen Sumy Hastry Purwanti, mengatakan proses identifikasi juga dilakukan dengan mencocokkan ciri-ciri jenazah dengan data antemortem dari keluarga.

Pencocokan dilakukan setelah jenazah dikeluarkan dari makam dan pemeriksaan bagian luar tubuh selesai dilakukan.

"Tadi kami periksa setelah proses ekshumasi yaitu bongkar tubuh, lalu kita periksa luar, kita bisa identifikasi kalau data atau ciri-ciri jenazah yang kita periksa adalah almarhum Sutrimo berdasarkan dari ciri-ciri yang menurut keluarga," ujarnya.

Di mana tim menemukan bekas luka pada bagian bahu kanan.

"Di bahu kanan juga ada bekas luka yang menurut keluarga merupakan bekas operasi kecil," katanya.

Pemeriksaan bagian dalam dipimpin Prof Ahmad Yudianto bersama tim forensik dari Universitas Airlangga (UNAIR). Sejumlah ahli lain turut dilibatkan untuk menangani pemeriksaan dan analisis sampel.

Seluruh rangkaian pemeriksaan dilakukan hingga jenazah selesai ditangani. Setelah proses forensik rampung, jenazah kemudian dimakamkan kembali sesuai tata cara agama Islam.

"Dan untuk proses tekniknya di pemeriksaan dalam, dipimpin oleh ketua tim forensiknya yaitu Prof Ahmad Yudianto dan UNAIR. Dan tim ahli-ahli yang tadi mengerjakan sampai selesai, sampai jenazah juga kami kebumikan dan kami lakukan secara agama muslim dengan didoakan lagi," tuturnya.

Meski proses ekshumasi dan pemeriksaan jenazah telah selesai, kasus kematian Sutrimo masih menunggu hasil analisis laboratorium. Hasil tersebut akan menjadi salah satu dasar penting bagi tim penyidik dan dokter forensik untuk menentukan penyebab serta cara kematian secara lebih pasti.

Hastry berharap pemeriksaan lintas keahlian yang telah dilakukan dapat membantu mengungkap perkara tersebut.

"Semoga kasusnya bisa menjadi jelas," kata Hastry.

Editor : Arbi Anugrah

Sebelumnya

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network