"Semangat terus menyukseskan Dieng Culture Festival ini menjadi ajang melestarikan budaya dan bagaimana event-event ke depan bisa dirasakan kemanfaatannya, baik secara ekonomi maupun non-ekonomi, oleh masyarakat Banjarnegara," pungkasnya.
Sementara itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Purwokerto Aswin Gantina menilai DCF memiliki potensi besar dalam menggerakkan aktivitas ekonomi masyarakat.
Hal itu, menurut dia, salah satunya terlihat dari masuknya DCF dalam jajaran 10 besar Karisma Event Nusantara (KEN) Kementerian Pariwisata.
Aswin mengatakan event yang masuk dalam KEN telah melewati proses seleksi dan kurasi. Penilaian tidak hanya dilakukan berdasarkan daya tarik acara, tetapi juga memperhitungkan dampak yang diberikan kepada masyarakat dan perekonomian.
"DCF ini merupakan 10 besar dari Karisma Event Nusantara. Karisma Event Nusantara itu tidak sembarangan, diseleksi dan dikurasi. Selain acaranya memikat dan menarik, juga ada pertimbangan bahwa dampaknya besar," kata Aswin.
Bank Indonesia berharap penyelenggaraan DCF 2026 dapat menghasilkan perputaran ekonomi yang lebih besar dibandingkan tahun sebelumnya.
"Kita berharap tahun ini juga bisa lebih baik lagi," ujarnya.
Menurut Aswin, dampak DCF dapat dirasakan oleh berbagai lapisan masyarakat. Selama festival berlangsung, sektor penginapan, transportasi, kuliner, hingga perdagangan mengalami peningkatan aktivitas.
Promosi yang dilakukan secara lebih luas, termasuk hingga pasar internasional melalui jaringan Karisma Event Nusantara, juga diharapkan meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan.
Editor : EldeJoyosemito
Artikel Terkait
