Masih Bingung Desil di DTSEN? Berikut Keterangan Lengkapnya

Rohman Wibowo
BPS memberikan penjelasan mengenai pengelompokan desil dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN). (Foto: Istimewa)

JAKARTA, iNewsPurwokerto.id – Badan Pusat Statistik (BPS) memberikan penjelasan mengenai pengelompokan desil dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN). Desil digunakan untuk menunjukkan posisi relatif tingkat kesejahteraan masyarakat, bukan sebagai ukuran tunggal mengenai kondisi ekonomi, besaran pendapatan, maupun kekayaan sebuah keluarga.

DTSEN kini menjadi salah satu rujukan pemerintah dalam perencanaan, penentuan sasaran, dan evaluasi berbagai program perlindungan sosial serta intervensi kebijakan. Penggunaan basis data tersebut secara nasional diatur melalui Instruksi Presiden Nomor 4 Tahun 2025.

Dalam sistem tersebut, BPS bertugas menyusun dan mengelola data. Sementara itu, kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah berperan menyediakan sumber data dan mendukung proses pemutakhiran.

DTSEN sendiri dibangun melalui pengintegrasian sejumlah basis data, yakni Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS), Pensasaran Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem (P3KE), dan Registrasi Sosial Ekonomi (Regsosek).

Data tersebut kemudian diperkaya dengan berbagai data administrasi dan secara berkala diselaraskan dengan data kependudukan Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri.

Apa Arti Desil?

Dalam DTSEN, keluarga dikelompokkan ke dalam 10 desil berdasarkan beragam karakteristik sosial dan ekonomi. Setiap kelompok secara umum mencakup sekitar 10 persen keluarga.

Editor : EldeJoyosemito

Halaman Selanjutnya
Halaman : 1 2 3 4

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network