Desil 1 menggambarkan kelompok dengan tingkat kesejahteraan relatif paling rendah, sedangkan desil 10 menunjukkan kelompok dengan tingkat kesejahteraan relatif paling tinggi.
Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti menegaskan bahwa angka desil harus dipahami sebagai hasil pemeringkatan relatif. Artinya, posisi sebuah keluarga ditentukan berdasarkan perbandingan dengan keluarga lain melalui sejumlah karakteristik sosial ekonomi.
“Karena itu, angka desil perlu dipahami sebagai gambaran posisi relatif dalam pemeringkatan kesejahteraan, bukan sebagai ukuran tunggal kondisi ekonomi suatu keluarga,” ujar Amalia melalui keterangan tertulis di Jakarta, dikutip Minggu (30/8/2026).
Dengan demikian, posisi dalam desil tidak secara langsung menunjukkan tingkat kemiskinan absolut, nominal penghasilan, ataupun jumlah kekayaan sebuah keluarga. Sebagai contoh, keluarga yang masuk desil 3 berarti berada pada kelompok ketiga dari 10 kelompok pemeringkatan tingkat kesejahteraan relatif.
Keluarga yang berada dalam kelompok desil yang sama pun belum tentu memiliki pendapatan, pengeluaran, atau kondisi sosial ekonomi yang serupa.
Tidak Hanya Berdasarkan Penghasilan
BPS menegaskan penentuan posisi desil tidak dilakukan hanya dengan melihat satu indikator. Penghasilan, kepemilikan barang, kapasitas listrik, maupun jenis pekerjaan bukan satu-satunya faktor yang menentukan.
Editor : EldeJoyosemito
Artikel Terkait
