Kawasan hutan yang terbakar berjarak sekitar 300 meter dari permukiman penduduk. Karena itu, petugas mengantisipasi kemungkinan munculnya kembali api yang dapat merambat melalui lereng perbukitan hingga mendekati rumah warga.
Polisi masih menyelidiki penyebab kebakaran. Menurut AKBP Putu, kondisi kemarau membuat kawasan hutan banyak dipenuhi material yang mudah terbakar. Angin juga dapat membuat kobaran api lebih cepat menjalar.
"Namun, faktor tersebut masih sebatas kemungkinan dan belum dapat dipastikan sebagai penyebab kebakaran," katanya.
Dampak kebakaran diperkirakan mencakup kerusakan tanaman jati dan ekosistem hutan pada area sekitar 1,4 hektare.
Untuk mengantisipasi kebakaran kembali terjadi, kepolisian bersama Perhutani dan instansi terkait akan memperkuat patroli di kawasan hutan. Warga yang tinggal di sekitar kawasan tersebut juga diminta segera melaporkan apabila menemukan asap ataupun titik api.
Penanganan kebakaran di lokasi tersebut menjadi tantangan karena medan perbukitan sulit dijangkau, tidak tersedia sumber air, serta banyak terdapat material kering. Kondisi itu membuat api berpotensi cepat meluas apabila tidak segera ditangani.
Editor : EldeJoyosemito
Artikel Terkait
