Seiring perubahan sistem transportasi dan perkembangan industri, jalur-jalur percabangan tersebut tidak lagi beroperasi. Meski demikian, Stasiun Kutowinangun tetap bertahan dan menyesuaikan diri dengan perkembangan teknologi serta kebutuhan transportasi masyarakat.
Modernisasi infrastruktur perkeretaapian turut mengubah operasional stasiun tersebut. Pengoperasian jalur ganda lintas selatan pada 2019 menjadi salah satu bagian penting dari peningkatan kapasitas prasarana kereta api.
Saat ini, Stasiun Kutowinangun memiliki empat jalur kereta api yang didukung sistem persinyalan elektrik. Infrastruktur tersebut menunjang kelancaran operasional sekaligus mendukung keselamatan dan efisiensi perjalanan kereta api.
Dari sisi pelayanan, jumlah penumpang yang menggunakan Stasiun Kutowinangun juga menunjukkan peningkatan. Sepanjang 2025, rata-rata volume penumpang yang berangkat dan datang tercatat sebanyak 3.958 orang per bulan.
Sementara itu, hingga September 2026, rata-rata volume penumpang bulanan meningkat menjadi 4.377 orang. Angka tersebut tumbuh sekitar 10 persen dibandingkan rata-rata bulanan pada 2025.
Menurut As’ad, peningkatan jumlah penumpang menjadi salah satu indikator kebutuhan masyarakat terhadap transportasi kereta api. KAI terus berupaya meningkatkan kualitas layanan melalui pembenahan fasilitas stasiun, penyediaan informasi perjalanan, serta penerapan budaya keselamatan dalam kegiatan operasional.
“Kami mengapresiasi kepercayaan masyarakat yang terus menjadikan kereta api sebagai pilihan transportasi. Peningkatan kualitas layanan akan terus dilakukan agar perjalanan pelanggan semakin nyaman dan kebutuhan mobilitas masyarakat dapat terlayani dengan baik,” ujarnya.
Editor : EldeJoyosemito
Artikel Terkait
