ARB Desak UHC Aktif, Bupati Banyumas Teken Komitmen di Hadapan Massa

Elde Joyosemito
Ratusan warga yang tergabung dalam Aksi Rakyat Banyumas (ARB) menggelar aksi damai di Alun-alun Purwokerto, Rabu (28/10/2026). (Foto: iNewsPurwokerto)

PURWOKERTO, iNewsPurwokerto.id - Ratusan warga yang tergabung dalam Aksi Rakyat Banyumas (ARB) menggelar aksi damai di Alun-alun Purwokerto, Rabu (28/10/2026). Mereka mendesak Pemerintah Kabupaten Banyumas mengaktifkan kembali program Universal Health Coverage (UHC) agar masyarakat dapat mengakses layanan kesehatan tanpa terkendala kepesertaan BPJS Kesehatan yang tidak aktif.

Dalam aksi tersebut, massa membawa properti menyerupai pocong, keranda jenazah, serta sejumlah pamflet berisi tuntutan. Aksi itu juga menjadi bentuk protes atas dampak yang mereka nilai muncul akibat tidak aktifnya kepesertaan jaminan kesehatan sejumlah warga.

Koordinator ARB Budi Ari Artanto mengatakan, pengaktifan kembali UHC menjadi tuntutan utama dalam aksi tersebut. Ia menyebut dua warga meninggal dunia setelah mengalami kendala dalam mengakses layanan kesehatan ketika kepesertaan BPJS Kesehatan mereka tidak aktif.

“Betul, ini merupakan aksi yang kedua. Tuntutannya masih sama, yakni UHC diaktifkan. Karena kalau tidak diaktifkan, kami akan melakukan aksi berjilid-jilid,” kata Budi di sela aksi.

Budi menuturkan, salah satu warga yang meninggal merupakan pasien gagal ginjal asal Desa Taman Sari yang membutuhkan cuci darah dua kali dalam sepekan. Sebelumnya, pasien tersebut mengandalkan layanan kesehatan melalui program UHC.

Namun, setelah kepesertaannya tidak aktif, pasien itu disebut enggan berobat karena khawatir tidak mampu menanggung biaya pengobatan.

“Dia itu punya penyakit gagal ginjal. Orang mana? Orang Taman Sari, itu harus cuci darah. Dia takut karena BPJS-nya itu sudah mati. Jadi terlambat berobat karena mati,” ujarnya.

Menurut Budi, relawan ARB kemudian berupaya membawa pasien tersebut ke rumah sakit dan membantu mengalihkan kepesertaannya menjadi BPJS Kesehatan mandiri. Namun, pasien itu meninggal dunia setelah proses pengalihan kepesertaan tersebut.

“Setelah didaftarkan mandiri, tapi kemudian beliau meninggal tadi malam karena lambat penanganan,” katanya.

Editor : EldeJoyosemito

Halaman Selanjutnya
Halaman : 1 2 3

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network