Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Bersawa Warga Lokal, Mahasiswa Jepang Pelajari Pemulihan Pascabencana di Desa Serang Purbalingga 
Advertisement . Scroll to see content

Tentara Jepang pada Perang Dunia 2 Dikenal Kanibalisme dan Perbudakan Seks

Minggu, 19 Juni 2022 | 18:55 WIB
  • author Ajeng Wirachmi
Tentara Jepang pada Perang Dunia 2 Dikenal Kanibalisme dan Perbudakan Seks
TENTARA Jepang dalam Perang Dunia 2 terkenal kejam dan tega melakukan apa saja, termasuk praktik kanibalisme. Selain itu kekerasan yang dilakukan seperti perbudakan seks di negara jajahan, termasuk Indonesia.  (Foto: Associated Press)

Praktik Mahasiswa Kedokteran

 Pada 1945, seorang mahasiswa kedokteran tahun pertama, Toshio Tono, berdiri di aula Universitas Kekaisaran Kyushu. Dia menyaksikan dua tahanan tentara AS yang ditutup matanya dibawa ke laboratorium patologi. “Saya bertanya-tanya apakah sesuatu yang tidak menyenangkan akan terjadi pada mereka, tapi saya tidak tahu itu akan menjadi seburuk itu,” kata Tono, kepada surat kabar Inggris, The Guardian, pada 2015.  

Kedua pria yang ditutup mata tersebut merupakan kru pesawat pengebom B-29. Mereka dalam kondisi terluka setelah ditangkap. Mereka dituntun sebagai modal keyakinan akan mendapat perawatan atas luka-luka tersebut. Namun apa yang disaksikan Tono merupakan pemadangan mengerikan. Dua tentara itu dijadikan praktik kedokteran dengan disuntikkan air laut. 

Tujuannya untuk mengetahui apakah air laut bisa menjadi larutan garam untuk sterilisasi. Satu tahanan lain bahkan diperlakukan lebih kejam lagi di mana ada bagian organnya yang diambil.

“Eksperimen ini sama sekali tidak memiliki manfaat medis. Mereka dimanfaatkan untuk dibunuh sekejam mungkin," ujarnya.
 

Editor: Vitrianda Hilba SiregarEditor Jakarta

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut