Beredar Foto-Foto DJ Cantik asal Padang Diduga Salah Satu Korban Tewas Bentrokan di Sorong

Tim iNews.id
.
Selasa, 25 Januari 2022 | 19:34 WIB
Foto DJ Indah Cleo, yang beredar luas di medsos dan disebut sebagai salah satu korban bentrokan di Sorong, Papua Barat. (Foto: Instagram)

JAKARTA, iNews.id - Beredar di media sisial foto-foto diduga para korban bentrokan di Sorong, Papua Barat, Senin (24/1/2022) malam. Diantara foto-foto tersebut, salah satu korban tewas disebut seorang Disk Jockey (DJ) cantik asal Kota Padang, Sumatra Barat.

Informasi dan video yang beredar luas di Instagram disebutkan, nama DJ cantik yang jadi korban tewas bentrokan di tempat hiburan malam di Kota Sorong itu, Indah Cleo. Dari penelusuran, DJ Indah Cleo juga disebut Kleo Indah. 

Selain Indah Cleo, beredar pula daftar nama-nama yang disebut juga menjadi korban bentrokan berujung pembakaran tempat hiburan malam Double O di Sorong pada Senin malam. 

Identitas korban bentrokan Sorong tersebut di antaranya, Mimi (perempuan) yang disebut sebagai dancer atau penari, Afifa asal Bandung, penari; Rista asal Kalimantan yang juga penari. 

Selanjutnya Ami, perempuan asal Medan yang disebut vokalis, Meilan asal Kalimantan, vokalis; Kris asal Surabaya, vokalis; Dezra asal Surabaya, gitaris; Yanra, asal Surabaya, pemain bass dan Soni asal Surabaya, drummer.

Kemudian, Klara asal Bandung yang bekerja sebagai LC; Fikram asal Sorong, bartender, Ica asal Sorong, waitress; Nanin asal Bandung, penari. Kemudin, Edith Tri Putra, Ferman Syahputra dan Ridwan Dodoh yang disebut sebagai penyedia minuman di Double O.

Sementara Polri juga belum menyampaikan secara resmi nama-nama korban bentrokan di Sorong. Berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara oleh tim dokter dan Reskrim Polres Sorong Kota serta Polsek Sorong Timur dilaporkan ada 17 jenazah ditemukan dalam keadaan hangus terbakar.

Identitas 17 korban jiwa tersebut belum diketahui karena sudah dalam keadaan hangus. Jenazah sudah dibawa ke Rumah Sakit Sele Be Solu untuk identifikasi lebih lanjut.

Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo sebelumnya mengatakan, polisi saat ini berupaya mencegah bentrok susulan dengan merangkul tokoh agama, masyarakat dan tokoh adat. 

"Polda jajaran langsung berkoordinasi dengan tokoh agama, tokoh masyarakat dan tokoh adat untuk mencegah ada aksi balasan atau aksi lainnya," kata Dedi Prasetyo di Jakarta, Selasa (25/1/2022).

Follow Berita iNews Purwokerto di Google News

Halaman : 1 2
Bagikan Artikel Ini