Ratusan Warga Gandatapa Demo, Tuntut Aktivitas Tambang Ditutup
PURWOKERTO, iNewsPurwokerto.id - Ratusan warga menggelar aksi unjuk rasa menolak aktivitas penambangan pasir dan batu di Desa Gandatapa, Kecamatan Sumbang, Banyumas, Senin (19/1/2026). Aksi tersebut diikuti massa yang tergabung dalam Aliansi Warga Peduli Keselamatan, Perlindungan, dan Pengolahan Lingkungan.
Aksi diawali dengan konvoi kendaraan roda dua dan roda empat yang berkeliling desa sebelum bergerak menuju lokasi tambang di kawasan kaki Gunung Slamet. Setelah itu, massa melanjutkan aksi dengan menyampaikan orasi di depan Balai Desa Gandatapa.
Sekretaris Aliansi Warga Peduli Keselamatan, Perlindungan, dan Pengolahan Lingkungan, Fajar Kurniawan, menyampaikan bahwa tuntutan utama warga adalah penutupan permanen aktivitas tambang yang dinilai telah menimbulkan berbagai dampak negatif bagi masyarakat.
“Warga menuntut agar tambang ditutup karena dampak buruknya sudah sangat dirasakan,” ujar Fajar usai menyampaikan orasi.
Ia menjelaskan, kerusakan infrastruktur menjadi dampak paling nyata akibat aktivitas tambang, terutama pada ruas Jalan Baturraden Timur yang kerap dilintasi truk pengangkut material. Selain itu, warga juga mengeluhkan polusi debu yang semakin mengganggu aktivitas dan kesehatan masyarakat sekitar.
“Kerusakan jalan Baturraden Timur dan jalan-jalan desa lainnya sangat terasa akibat lalu lalang dump truk dengan muatan berlebih yang melintas tanpa kendali,” kata Fajar.
Dalam pernyataan sikap yang dibacakan di hadapan massa, aliansi mendesak penghentian seluruh kegiatan penambangan di wilayah Desa Gandatapa yang dinilai merusak lingkungan, infrastruktur jalan, serta menimbulkan pencemaran udara. Mereka juga meminta pemerintah daerah dan instansi terkait melakukan evaluasi perizinan, meningkatkan pengawasan, serta menegakkan hukum secara tegas dan transparan.
Editor : EldeJoyosemito