Operasional Trans Banyumas Resmi Dibiayai APBD, Layanan Dipastikan Tetap Berjalan
Sementara itu, Bupati Banyumas, Sadewo Tri Lastiono, mengakui proses pengalihan dari APBN ke APBD bukan hal mudah, terutama di tengah kondisi ekonomi yang menantang.
“Oh berat, berat. Subsidinya itu banyak, tadi itu 14 miliar sekian dalam situasi ekonomi yang kondisinya tidak baik-baik saja,” ujarnya.
Meski demikian, ia menegaskan komitmennya agar layanan Trans Banyumas tetap berjalan.
“Tetapi saya tidak mau Trans Banyumas yang sudah dicintai oleh masyarakat kemudian berhenti di tengah jalan. Pokoknya bagaimana caranya harus berjalan,” tegasnya.
Ia juga memastikan bahwa pemerintah daerah telah menyiapkan skenario terburuk jika bantuan pusat tidak turun.
“Alternatif terburuk pun kami sudah siapkan. Jadi jangan khawatir masyarakat Banyumas, Trans Banyumas tidak akan berhenti, jalan terus,” katanya.
Ke depan, Pemkab Banyumas berencana memperluas jangkauan layanan hingga wilayah Wangon dan Lumbir. Bahkan, pengembangan bus listrik juga mulai dipertimbangkan.
“Saya inginnya memang sampai Wangon, sampai Lumbir, dengan mobil listrik ke depannya. Saya sudah diskusi, lagi dihitung kelayakannya,” ungkap Sadewo.
Selain itu, pemerintah daerah juga membuka peluang peningkatan pendapatan melalui pemasangan iklan di armada maupun fasilitas Trans Banyumas.
“Dengan iklan-iklan, nanti tampil iklan, kan sudah menjadi kewenangan pemerintah daerah,” ujarnya.
Meski saat ini tarif masih dipertahankan, Sadewo tidak menutup kemungkinan adanya penyesuaian di masa mendatang, terutama jika pembiayaan sepenuhnya ditanggung APBD.
“Kalau subsidi hanya APBD Kabupaten saja, tentunya harus ada penyesuaian tarif,” katanya.
Namun, selama masih ada dukungan dari pemerintah pusat, tarif lama akan tetap berlaku.
Pemerintah Kabupaten Banyumas berharap masyarakat semakin memanfaatkan layanan Trans Banyumas, terutama untuk mendukung program penghematan energi dan pengurangan kemacetan.
Editor : Arbi Anugrah