Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Banyumas Genjot Sektor Pertanian, Siap Jadi Penopang Pangan Nasional
Advertisement . Scroll to see content

Distribusi Pupuk Lancar, Produktivitas Petani Naik untuk Dukung Ketahanan Pangan

Minggu, 26 April 2026 | 12:38 WIB
  • author Elde Joyosemito
Distribusi Pupuk Lancar, Produktivitas Petani Naik untuk Dukung Ketahanan Pangan
Ketersediaan pupuk subsidi yang stabil serta sistem distribusi yang semakin modern memberikan dampak nyata bagi sektor pertanian. (Foto: iNewsPurwokerto)

CILACAP, iNewsPurwokerto.id - Ketersediaan pupuk subsidi yang stabil serta sistem distribusi yang semakin modern memberikan dampak nyata bagi sektor pertanian. 

Kondisi ini tercermin dari peningkatan hasil panen petani di Desa Mernek, Kecamatan Maos, Kabupaten Cilacap yang mampu mencapai 9,5 hingga 10 ton per hektare.

Pencapaian tersebut menjadi indikator bahwa distribusi pupuk subsidi yang lancar berperan penting dalam mendorong produktivitas sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani.

Salah satu petani setempat, Tolkhah, mengungkapkan hasil panen musim ini tergolong memuaskan. Dari lahan seluas dua hektare yang digarapnya, produksi rata-rata mencapai 9,5 ton per hektare, bahkan pada beberapa titik mampu menembus 10 ton.

Ia menilai ketersediaan pupuk yang selalu terjaga selama masa tanam menjadi faktor utama peningkatan hasil panen. “Produksi meningkat karena pupuk selalu tersedia, sehingga perawatan tanaman bisa dilakukan lebih optimal,” ujarnya pada Minggu (26/4/2026).

Selain itu, kebijakan penurunan harga pupuk subsidi sejak Oktober 2025 turut membantu menekan biaya produksi. Tolkhah menyebut kebutuhan pupuk selama musim tanam meliputi sekitar 75 kilogram pupuk urea per hektare serta 300–400 kilogram pupuk NPK.

“Penurunan harga hingga sekitar 20 persen sangat meringankan beban petani,” katanya.

Di sisi lain, transformasi digital melalui aplikasi IPubers yang dikembangkan oleh Kementerian Pertanian Republik Indonesia bersama PT Pupuk Indonesia (Persero) turut memperlancar distribusi pupuk subsidi.

Aplikasi ini memungkinkan pemilik kios untuk melakukan pemesanan sekaligus memantau proses distribusi secara real-time, sehingga meningkatkan transparansi dan efisiensi penyaluran.

Pemilik kios pupuk UD Berkah Azzam di Desa Mernek, Puji Riyani, mengaku kehadiran aplikasi tersebut sangat membantu operasional usahanya. Sejak digunakan pada April 2026, proses pemesanan menjadi lebih praktis dan terkontrol.

“Sekarang cukup lewat aplikasi untuk memesan pupuk, dan kita bisa langsung memantau statusnya hingga pengiriman. Sebelumnya harus ke distributor atau lewat WhatsApp tanpa bisa memonitor prosesnya,” jelasnya.

Tak hanya memudahkan pemesanan, sistem digital ini juga mempercepat distribusi dan memastikan pupuk tersalurkan tepat sasaran.

Puji memastikan stok pupuk subsidi di kiosnya selalu tersedia. Sejak memulai usaha pada 2025, ia belum pernah mengalami kekurangan pasokan. Kios miliknya melayani sembilan kelompok tani dengan kebutuhan pupuk yang cukup besar setiap musim tanam.

“Kami wajib menjaga stok minimal lima ton, sehingga kebutuhan petani tetap terpenuhi,” ujarnya.

Selain itu, penyaluran pupuk subsidi kini juga lebih tertib melalui pendataan petani berbasis Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK). Proses verifikasi menjadi lebih mudah karena dapat dilakukan melalui aplikasi IPubers hanya dengan memasukkan Nomor Induk Kependudukan (NIK).

Dengan dukungan ketersediaan pupuk, harga yang lebih terjangkau, serta sistem distribusi berbasis digital, sektor pertanian di daerah tersebut menunjukkan tren positif yang diharapkan dapat terus berlanjut pada musim tanam berikutnya.

Editor: EldeJoyosemito

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut