Rembug Pembangunan Jateng, Bupati Purbalingga Usulkan Konektivitas Wisata Gunung Slamet
Selain pembangunan jalan, Pemkab Purbalingga juga mendorong perluasan layanan Trans Jateng agar menjangkau lebih banyak wilayah di eks Karesidenan Banyumas. Fahmi mengusulkan pengembangan koridor Purwokerto–Banjarnegara/Wonosobo serta Purbalingga–Pemalang.
“Bisa menggunakan skema seperti yang di DKI Jakarta, JakLingko,” katanya.
Di sektor ekonomi, Fahmi mengungkapkan tantangan yang dihadapi Purbalingga dalam menarik investasi industri berskala besar. Menurut dia, posisi geografis Purbalingga yang tidak berada di jalur Pantura maupun Pansela serta tidak dilalui jalan nasional menjadi kendala tersendiri bagi pengembangan kawasan industri.
Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menyampaikan bahwa Rembug Pembangunan digelar sebagai sarana menyerap aspirasi daerah berdasarkan kebutuhan nyata masyarakat. “Maka diselenggarakan Rembug Pembangunan ini,” ujar Ahmad Luthfi.
Terkait usulan pengembangan jalan lingkar Gunung Slamet, Ahmad Luthfi mengaku telah meninjau langsung sejumlah titik di kawasan Baturraden, Purbalingga, Pemalang hingga Kajen. “Saya sudah masuk ke sana dan harus kita lakukan pengawalan,” katanya.
Mengenai usulan perluasan koridor Trans Jateng, gubernur menyebut masih diperlukan kajian lebih lanjut, khususnya untuk rute Purbalingga–Klampok karena berpotensi bersinggungan dengan trayek angkutan umum yang sudah ada.
Meski demikian, Pemprov Jawa Tengah berkomitmen memperkuat pembangunan infrastruktur yang berdampak langsung pada pertumbuhan ekonomi daerah, terutama sektor pariwisata dan konektivitas wilayah.
Editor : EldeJoyosemito