get app
inews
Aa Text
Read Next : Miris! Suami Aniaya Istri Hamil 8 Bulan di Banyumas, Polisi Ungkap Kronologi

Mendag Lepas Ekspor 20 Ton Gula Kelapa Banyumas ke AS Senilai Rp822 Juta

Jum'at, 26 Juni 2026 | 09:43 WIB
header img
Menteri Perdagangan Budi Santoso melepas ekspor sebanyak 20 ton gula kelapa produksi PT Integral Mulia Cipta (IMC) ke Chicago, Amerika Serikat. (Foto: Istimewa)

Hingga kini, perusahaan tersebut telah menembus 56 negara tujuan ekspor yang tersebar di kawasan Amerika, Asia, Eropa, Afrika, dan Australia. Dalam menjalankan usahanya, PT IMC juga menggandeng sekitar 5.000 pemasok bahan baku, termasuk petani dari Banyumas, Purbalingga, Kebumen, dan Cilacap.

Selain memanfaatkan fasilitas promosi perdagangan, PT IMC juga menggunakan empat jenis Surat Keterangan Asal, yakni Form B untuk memperoleh tarif bea masuk most-favored nation di berbagai negara, Form AANZ untuk memperoleh tarif preferensi di kawasan ASEAN, Australia, dan Selandia Baru, Form D untuk fasilitas perdagangan di kawasan ASEAN, serta Form IJEPA yang memberikan tarif lebih rendah untuk ekspor ke Jepang.

Untuk mempercepat pertumbuhan komoditas lokal di pasar global, Kementerian Perdagangan terus memperkuat layanan fasilitasi ekspor melalui jaringan 46 perwakilan perdagangan Indonesia yang tersebar di 33 negara tujuan ekspor.

Perwakilan perdagangan tersebut dapat mendampingi pelaku usaha dalam pelaksanaan business matching secara daring maupun luring, penyelenggaraan pameran dagang, misi dagang, hingga menyediakan ruang promosi dan pertemuan langsung dengan calon pembeli dari berbagai negara.

Sepanjang Januari hingga Mei 2026, Kementerian Perdagangan telah memfasilitasi 621 pelaku usaha dalam program business matching. Selama periode tersebut, terlaksana 333 kegiatan yang terdiri atas 168 sesi presentasi bisnis dan 165 sesi pertemuan dengan pembeli dari berbagai negara.

Dari kegiatan tersebut, tercatat potensi transaksi mencapai USD 193,88 juta. Produk yang banyak diminati pasar internasional antara lain makanan olahan, rempah-rempah, hasil perikanan, kopi, cokelat, produk dekorasi rumah, sabun, cocopeat, produk plastik, hingga minyak kelapa sawit.

Untuk memperkuat layanan ekspor, Kementerian Perdagangan juga meresmikan tujuh Instansi Penerbit Surat Keterangan Asal (IPSKA) baru pada Kamis (25/6/2026), salah satunya berada di Kabupaten Banyumas. Dengan penambahan tersebut, kini terdapat 103 IPSKA yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia.

Budi Santoso berharap kehadiran IPSKA baru dapat mempermudah pelaku usaha daerah dalam mengakses berbagai fasilitas ekspor.

Ia juga mengapresiasi langkah PT IMC dalam memberdayakan petani di Banyumas. Menurutnya, pola kemitraan yang dibangun perusahaan sejalan dengan program Desa Berani Inovasi, Siap Adaptasi (BISA) Ekspor yang digagas pemerintah.

Editor : EldeJoyosemito

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut