Mendag Lepas Ekspor 20 Ton Gula Kelapa Banyumas ke AS Senilai Rp822 Juta
"Kita ingin tumbuh bersama. Ekspor tidak harus dilakukan oleh perusahaan besar, tetapi juga dapat dilakukan oleh usaha menengah dan kecil. Ekspor juga tidak harus berasal dari kota, tetapi bisa dimulai dari desa melalui program Desa BISA Ekspor," katanya.
Mendag turut mengajak para pelaku usaha untuk berpartisipasi dalam Trade Expo Indonesia (TEI) 2026 yang akan berlangsung pada 14-18 Oktober 2026. Pameran tersebut menjadi ajang promosi produk, perluasan jejaring bisnis, serta penjajakan kerja sama dengan calon pembeli dari berbagai negara.
Sementara itu, Bupati Banyumas, Sadewo Tri Lastiono, mengapresiasi dukungan Kementerian Perdagangan dalam mendorong peningkatan ekspor pelaku usaha di daerah.
Menurutnya, gula kelapa merupakan salah satu komoditas unggulan Banyumas yang memiliki potensi besar di pasar internasional. Pemerintah Kabupaten Banyumas pun berkomitmen menciptakan ekosistem yang mendukung pertumbuhan ekspor daerah.
"Kami berkomitmen mendukung terciptanya ekosistem yang kondusif agar produk unggulan Banyumas semakin dikenal dan diminati di pasar global," ujar Sadewo.
Direktur PT IMC, Mario Ngensowidjaja, mengatakan sekitar 98 persen produksi gula kelapa Indonesia ditujukan untuk pasar ekspor. Produk tersebut memiliki permintaan yang sangat tinggi, terutama di Amerika Serikat dan Eropa.
"Permintaan gula kelapa di luar negeri sangat besar. Produk ini menjadi salah satu permata ekspor Indonesia dan berkontribusi terhadap peningkatan devisa negara," kata Mario.
Gula kelapa juga menjadi salah satu komoditas Indonesia yang menunjukkan kinerja positif di pasar internasional. Dalam periode 2021-2025, ekspor produk gula dengan kode HS 170290 mencatat tren pertumbuhan rata-rata sebesar 9,61 persen.
Sementara itu, pada Januari-April 2026, nilai ekspor produk gula Indonesia mencapai USD 42,67 juta atau meningkat 45,97 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Editor : EldeJoyosemito