Banyumas, Purbalingga dan Wonosobo Jadi Percontohan Program Cegah Kebutaan
PURWOKERTO, iNewsPurwokerto.id – Pemprov Jawa Tengah memperkuat sistem layanan kesehatan mata yang lebih inklusif melalui Program Inclusive System for Effective Eye Care (I-SEE).
Program tersebut diimplementasikan sebagai proyek percontohan di Kabupaten Purbalingga, Banjarnegara, dan Wonosobo sebagai upaya menekan angka kebutaan.
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah, Zulfachmi Wahab, mengatakan penguatan layanan kesehatan mata dilakukan secara menyeluruh, mulai dari edukasi masyarakat, deteksi dini gangguan penglihatan, penguatan layanan di fasilitas kesehatan tingkat pertama, hingga sistem rujukan dan pemantauan berkelanjutan.
"Masalah terbesar yang kami hadapi adalah masih rendahnya pengetahuan masyarakat. Sekitar 60 persen kasus kebutaan terjadi karena kurangnya informasi sehingga pasien terlambat memeriksakan kondisi matanya. Karena itu edukasi menjadi langkah yang sangat penting," kata Zulfachmi saat peluncuran Program I-SEE di Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Selasa (7/7/2026).
Berdasarkan data Dinkes Provinsi Jawa Tengah, prevalensi katarak di wilayah tersebut mencapai sekitar 2,4 persen. Penyakit itu menjadi penyebab sekitar 80 persen kasus kebutaan.
Menurut Zulfachmi, pemerintah daerah telah menyiapkan empat strategi utama untuk memperkuat layanan kesehatan mata. Strategi pertama dilakukan melalui pemberdayaan masyarakat lewat edukasi, promosi kesehatan, pencegahan, serta deteksi dini gangguan penglihatan.
Editor : EldeJoyosemito