Insiden Robohnya Tribun Penonton Drift Speed Fest, Polresta Periksa 10 Saksi
PURWOKERTO, iNewsPurwokerto.id – Polresta Banyumas masih mendalami penyebab robohnya tribun penonton pada ajang Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Drift Speed Fest di kompleks GOR Satria Purwokerto. Hingga Senin (27/7/2026), penyidik telah memeriksa sekitar 10 saksi yang terdiri atas penyelenggara hingga petugas pengamanan.
Kapolresta Banyumas Kombes Pol Petrus P. Silalahi mengatakan proses penyelidikan masih berlangsung untuk mengungkap penyebab pasti insiden yang mengakibatkan puluhan penonton mengalami luka-luka tersebut.
"Kurang lebih sudah ada sekitar 10 saksi atau lebih yang kami periksa. Seluruhnya berasal dari unsur penyelenggara kegiatan dan pengamanan," kata Petrus kepada wartawan, Senin (27/7/2026).
Menurutnya, saksi yang dimintai keterangan meliputi event organizer (EO), penanggung jawab kegiatan, kru panggung, kepala steward, petugas steward, hingga pihak yang bertanggung jawab atas jalannya pertandingan.
Polisi juga masih mengumpulkan berbagai barang bukti, termasuk hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), untuk memastikan faktor yang menyebabkan tribun nonpermanen tersebut ambruk.
Kapolresta menegaskan, penyidik belum dapat menyimpulkan ada atau tidaknya unsur pidana dalam peristiwa tersebut. Penetapan tersangka baru akan diputuskan setelah seluruh rangkaian penyelidikan selesai.
"Nanti akan kami sampaikan apabila penyelidikan sudah rampung dan perkara ini ditingkatkan ke tahap penyidikan," ujarnya.
Petrus menjelaskan, sebelum kegiatan berlangsung pihak kepolisian bersama penyelenggara telah melakukan pengecekan lokasi, termasuk terhadap tribun yang bersifat nonpermanen.
Namun, dari hasil penyelidikan sementara ditemukan adanya rangkaian selebrasi pada penutupan perlombaan ketika sejumlah drifter melemparkan kaus kepada penonton.
"Dari temuan sementara, ada kegiatan selebrasi berupa pembagian atau pelemparan kaus oleh para drifter ke arah tribun VIP. Hal itu membuat penonton berebut sehingga terjadi desak-desakan dan pergeseran massa," jelasnya.
Ia mengatakan aksi pelemparan kaus terjadi lebih dari satu kali. Kondisi tersebut diduga memicu penonton bergerak secara bersamaan sehingga beban pada tribun nonpermanen berubah dan mengakibatkan konstruksi bergeser sebelum akhirnya roboh.
"Pelemparan kaus dilakukan lebih dari sekali. Karena tribun yang digunakan merupakan konstruksi nonpermanen, terjadi pergeseran, bergoyang, kemudian akhirnya roboh. Namun, ini masih menjadi bagian dari proses penyelidikan kami," katanya.
Kapolresta menambahkan, insiden tersebut menjadi pelajaran penting bagi seluruh penyelenggara kegiatan yang melibatkan banyak penonton agar aspek keselamatan menjadi prioritas utama, mulai dari perencanaan hingga pelaksanaan acara.
"Peristiwa ini menjadi pembelajaran bagi semua pihak agar koordinasi dan aspek pengamanan benar-benar diperhatikan dalam setiap penyelenggaraan kegiatan," ujarnya.
Selain mengusut penyebab insiden, Polresta Banyumas juga menyampaikan keprihatinan atas musibah tersebut dan berharap seluruh korban segera pulih.
"Kami sama-sama mendoakan saudara-saudara kita yang menjadi korban agar segera diberikan kesembuhan," tutur Petrus.
Diketahui, tribun penonton pada ajang Kejurnas Drift Speed Fest di kompleks GOR Satria Purwokerto roboh saat penutupan acara.
Insiden itu mengakibatkan puluhan penonton mengalami luka-luka dan harus menjalani perawatan di sejumlah rumah sakit di Banyumas. Penyelidikan mengenai penyebab pasti ambruknya tribun masih terus dilakukan oleh Polresta Banyumas.
Editor : EldeJoyosemito