Sekolah Rakyat Banyumas Hadir, Buka Akses Pendidikan bagi Anak Kurang Mampu
Sadewo juga mengingatkan para guru, tenaga kependidikan, pengasuh asrama, dan seluruh pihak yang terlibat agar memberikan pendampingan kepada para siswa dengan penuh kesabaran, kasih sayang, dan keteladanan.
Ia menekankan pentingnya menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, inklusif, serta bebas dari segala bentuk kekerasan sehingga peserta didik dapat berkembang secara optimal.
Di hari pertama MPLS, semangat juga terlihat dari para siswa baru. Salah satunya Ade Kirana, siswa kelas VIII SMP asal Desa Wlahar, Kecamatan Wangon.
Ia mengaku bersyukur dapat diterima di Sekolah Rakyat dan melihat kesempatan itu sebagai jalan untuk meraih masa depan yang lebih baik. "Senang, kagum juga karena gedungnya," ujar Ade.
Meski kedua orang tuanya tidak dapat mengantarnya karena bekerja di luar kota, Ade tetap antusias mengikuti kegiatan MPLS dan mulai menjalani kehidupan di asrama. Namun, ia mengaku masih memiliki kekhawatiran untuk beradaptasi dengan lingkungan baru.
Editor : EldeJoyosemito