Inflasi Banyumas Raya Terkendali, BI: Harga Pangan Turun Berkat Pasokan Melimpah
Secara nasional, Juli 2026 juga mencatat deflasi sebesar 0,14 persen (mtm) dengan inflasi tahunan 2,88 persen (yoy), sedangkan Provinsi Jawa Tengah mengalami deflasi 0,13 persen (mtm) dengan inflasi tahunan 2,60 persen (yoy). Namun, deflasi di Purwokerto dan Cilacap tercatat tidak sedalam tingkat nasional maupun Jawa Tengah.
Menurut Aswin, penurunan harga komoditas hortikultura menjadi faktor utama yang menekan inflasi di Banyumas Raya. Selain bawang merah dan cabai, harga telur ayam ras juga terus menurun karena pasokan yang memadai, sementara harga emas perhiasan ikut terkoreksi akibat pelemahan harga emas global.
"Peningkatan produksi pada musim panen membuat pasokan hortikultura melimpah sehingga harga turun. Di sisi lain, pasokan telur ayam ras yang cukup juga membantu menjaga stabilitas harga di tingkat konsumen," ujarnya.
Meski demikian, laju deflasi tertahan oleh kenaikan harga bensin yang berdampak pada tarif angkutan dan biaya distribusi barang. Harga telepon seluler juga mengalami kenaikan seiring masih tingginya permintaan masyarakat terhadap perangkat komunikasi.
Berdasarkan kelompok pengeluaran, penyumbang utama deflasi di Banyumas Raya berasal dari kelompok makanan, minuman, dan tembakau, serta kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya.
Di Purwokerto, kelompok makanan, minuman, dan tembakau mengalami deflasi 1,10 persen dengan andil minus 0,33 persen. Kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya juga mengalami deflasi 0,34 persen dengan andil minus 0,02 persen.
Editor : EldeJoyosemito