Lawan Disinformasi di Era Digital, Banyumas Genjot Gerakan Literasi Masyarakat
Beragam kegiatan disiapkan dalam festival tersebut, mulai dari pameran buku, stan pegiat literasi, pemutaran film di mini teater, pertunjukan seni tari dan musik, hingga penyerahan penghargaan bagi pemenang berbagai lomba literasi.
“Selain itu, digelar pula rangkaian bedah buku dan gelar bicara (talkshow) yang mengangkat isu parenting, public speaking, literasi digital, hingga penanganan bullying di era digital,” katanya.
Dalam festival tersebut, Dinarpusda Banyumas juga meluncurkan program 1.000 Titik Perpustakaan Digital (Tugu Baca). Program ini merupakan hasil kolaborasi dengan sejumlah pihak dan disebut tidak menggunakan anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD).
“Program ini direalisasikan tanpa menggunakan APBD, melainkan melalui sinergi dan dukungan berbagai pemangku kepentingan seperti Bank Indonesia, Telkom, Universitas Terbuka, Bank Jateng, serta mitra lainnya,” ungkap Agus.
Dia menjelaskan, perpustakaan digital tersebut akan ditempatkan di sejumlah lokasi yang menjadi titik keramaian masyarakat. Selain menyediakan ribuan koleksi buku digital, Tugu Baca juga dilengkapi dengan berbagai konten edukatif.
Agus berharap keberadaan program tersebut dapat memperluas akses masyarakat terhadap bahan bacaan sekaligus memperkuat gerakan gemar membaca, menulis, dan mengunjungi perpustakaan.
“Lebih jauh, kegiatan tersebut digelar untuk semakin menanamkan semangat kebangsaan, rasa cinta tanah air, serta memasyarakatkan gerakan gemar membaca, menulis, dan mengunjungi perpustakaan bagi generasi muda dan masyarakat umum,” ujarnya.
Editor: EldeJoyosemito