Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Relawan PMI Harus Bersedia Hadir Saat Masyarakat Membutuhkan
Advertisement . Scroll to see content

Wamendiktisaintek Ingatkan Bahaya Ketergantungan AI, Bisa Picu Kematian Berpikir

Minggu, 20 September 2026 | 09:27 WIB
  • author Elde Joyosemito
Wamendiktisaintek Ingatkan Bahaya Ketergantungan AI, Bisa Picu Kematian Berpikir
Masyarakat diingatkan agar tidak terlalu bergantung pada kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI). (Foto: iNewsPurwokerto)

“Pengetahuan itu kurasi. Pengetahuan itu bukan daftar segala sesuatu fakta. AI bisa punya daftar segala sesuatu fakta yang ada di dunia ini. Tetapi manusia, ilmuwan dari dulu itu adalah mengkurasi mana yang penting diketahui, mana yang tidak perlu diketahui, mana yang harus diketahui,” katanya.

Manusia Jangan Serahkan Proses Berpikir kepada AI

Stella mengakui keberadaan AI tidak mungkin diabaikan karena teknologi tersebut terus berkembang dan digunakan dalam berbagai bidang. Namun, manusia juga tidak boleh menyerahkan seluruh proses berpikir kepada AI.

Menurut dia, perkembangan teknologi tersebut harus diikuti dengan pembahasan mengenai peran manusia, khususnya di lingkungan pendidikan tinggi.

Salah satu pertanyaan yang perlu dijawab adalah mengenai posisi manusia dalam menciptakan pengetahuan di tengah kemampuan AI yang semakin berkembang.

Stella mempertanyakan siapa yang akan menghasilkan pengetahuan pada masa depan ketika AI juga semakin mampu menciptakan informasi dan pengetahuan baru.

“Manusia sebagai apa, pengawas atau klien?” ujar Stella.

Editor: EldeJoyosemito

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut