TNI AD Siaga Kerahkan Personel, Yusril Ungkap Dugaan Penyadapan Mengarah Makar
"Kapan pun negara membutuhkan, TNI AD siap melaksanakan tugas sesuai perintah dan ketentuan perundang-undangan yang berlaku. Seluruh langkah tersebut diarahkan untuk menjaga stabilitas serta memastikan situasi tetap aman dan kondusif," ujarnya.
Donny menambahkan, kesiapsiagaan TNI AD tidak sebatas pada kekuatan personel. Kesiapan satuan dan pangkalan juga menjadi perhatian karena merupakan bagian penting dalam menunjang pelaksanaan tugas.
Oleh karena itu, pengujian dan penyiapan kemampuan satuan maupun pangkalan harus dilakukan secara rutin. Langkah tersebut termasuk mengantisipasi kemungkinan kebutuhan dukungan apabila sewaktu-waktu diperlukan pengerahan pasukan dalam jumlah tertentu.
"Karena itu, penyiapan dan pengujian kesiapan satuan maupun pangkalan perlu dilakukan secara berkelanjutan, termasuk dalam mengantisipasi kebutuhan dukungan apabila sewaktu-waktu diperlukan pengerahan pasukan dalam jumlah tertentu," katanya.
Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan (Menko Kumham Imipas) Yusril Ihza Mahendra mengungkapkan adanya indikasi dugaan tindak pidana makar dalam kasus penyadapan terhadap Presiden Prabowo Subianto dan sejumlah pejabat negara.
Yusril menyebut penyidik kepolisian tengah mendalami kemungkinan adanya tujuan untuk melumpuhkan Presiden Prabowo agar tidak dapat menjalankan kekuasaan pemerintahan.
Indikasi tersebut muncul seiring pengembangan proses penyelidikan dan penyidikan perkara dugaan penyadapan yang saat ini ditangani aparat kepolisian.
Editor: EldeJoyosemito