Ini 3 Agenda Utama BI Purwokerto: Perkuat Inflasi, Transformasi Ekonomi dan Digitalisasi
Ketiga, mempercepat digitalisasi sistem pembayaran agar transaksi masyarakat semakin cepat, mudah, murah, aman, dan andal.
Menurut Solikin, ketiga agenda tersebut sejalan dengan struktur perekonomian Banyumas Raya yang ditopang oleh sektor industri, perdagangan, jasa, pertanian, dan pariwisata.
Kolaborasi yang selama ini terbangun dengan pemerintah daerah turut tercermin dari sejumlah indikator ekonomi. Pada triwulan II 2026, pertumbuhan ekonomi Kabupaten Banyumas mencapai 6,03 persen secara tahunan (year on year/yoy). Angka tersebut melampaui pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah sebesar 5,71 persen dan nasional 5,29 persen.
Adapun inflasi Kota Purwokerto pada Oktober 2026 tercatat sebesar 3,00 persen (yoy). Dari sisi transaksi digital, hingga September 2026, penggunaan QRIS di Banyumas Raya mencapai sekitar 196 juta transaksi dengan nilai kumulatif Rp14,75 triliun. Jumlah merchant yang telah menggunakan layanan tersebut mencapai 707.126.
Sementara Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono menyebut BI Purwokerto sebagai mitra strategis pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas harga sekaligus mendorong pengembangan berbagai potensi ekonomi daerah.
"Kami berharap komunikasi dan kerja sama yang telah berjalan selama ini dapat terus diperkuat, sehingga berbagai program yang dilaksanakan semakin sesuai dengan kebutuhan daerah," kata Sadewo.
Editor: EldeJoyosemito