Ubah Kawasan Pegunungan Jadi Lahan Produktif, Bawang Merah Dongkrak Ekonomi Petani 

Elde Joyosemito
Hamparan lahan di Desa Tlogowulung, Kecamatan Alian, yang selama ini identik dengan sawah tadah hujan kini menghadirkan wajah baru pertanian di Kebumen. (Foto: Istimewa)

KEBUMEN, iNewsPurwokerto.id – Hamparan lahan di Desa Tlogowulung, Kecamatan Alian, yang selama ini identik dengan sawah tadah hujan kini menghadirkan wajah baru pertanian di Kabupaten Kebumen. 

Melalui budidaya bawang merah, kawasan pegunungan tersebut mulai berkembang menjadi sentra hortikultura yang mampu meningkatkan produktivitas lahan sekaligus mendongkrak pendapatan petani.

Keberhasilan itu terlihat saat panen raya bawang merah yang berlangsung pada pekan lalu.

Bupati Kebumen Lilis Nuryani hadir langsung bersama jajaran Pemerintah Kabupaten Kebumen untuk menyaksikan hasil budidaya yang kini dikembangkan di lahan seluas sekitar tiga hektare.

Menurut Lilis, keberhasilan tersebut menunjukkan bahwa kawasan pegunungan memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi wilayah pertanian produktif apabila didukung inovasi dan kolaborasi berbagai pihak.

"Saya sangat bangga melihat hasil panen bawang merah di Desa Tlogowulung. Umbinya besar-besar dan hasilnya sangat baik. Ini membuktikan bahwa kawasan pegunungan juga mampu menghasilkan komoditas pertanian unggulan," ujar Lilis.

Ia menilai pengembangan bawang merah menjadi alternatif yang menjanjikan bagi petani dibandingkan mengandalkan tanaman padi yang selama ini terkendala keterbatasan air dan tingginya biaya produksi.

Bupati menegaskan sektor pertanian masih menjadi tulang punggung perekonomian masyarakat Kebumen. Karena itu, pemerintah daerah akan terus memberikan dukungan melalui pembangunan infrastruktur pertanian, peningkatan layanan penyuluhan, hingga perluasan akses permodalan bagi petani.

Dalam kunjungan tersebut, pemerintah desa juga menyampaikan persoalan keterbatasan pasokan air yang masih menjadi tantangan utama. Menanggapi hal itu, Lilis meminta Dinas Pertanian segera menyiapkan langkah penanganan agar produktivitas bawang merah dapat terus meningkat.

"Kebutuhan air harus menjadi perhatian. Pemerintah daerah akan terus hadir mendukung pengembangan sektor pertanian sehingga hasil yang sudah baik ini bisa terus ditingkatkan," katanya.

Kepala Desa Tlogowulung, Turyono, menjelaskan keberhasilan budidaya bawang merah berawal dari evaluasi terhadap pola tanam padi di kawasan pegunungan yang dinilai kurang efisien. Selain membutuhkan biaya pengolahan lahan yang tinggi, tanaman padi juga sangat bergantung pada ketersediaan air, terutama saat musim kemarau.

Melalui program ketahanan pangan desa, pemerintah desa kemudian memberikan bantuan bibit bawang merah kepada petani sebagai stimulus untuk mencoba komoditas baru yang lebih sesuai dengan kondisi wilayah.

Hasilnya cukup menggembirakan. Dari satu kilogram bibit, petani mampu memanen hingga sekitar 25 kilogram bawang merah pada panen perdana.

Saat ini, sebanyak 61 petani telah membudidayakan bawang merah di lahan seluas kurang lebih tiga hektare. Komoditas tersebut dinilai memberikan nilai ekonomi yang lebih tinggi sehingga menjadi alternatif usaha tani yang lebih menguntungkan bagi masyarakat pegunungan.

"Budidaya bawang merah menjadi peluang baru untuk meningkatkan pendapatan masyarakat. Hasilnya jauh lebih menjanjikan dibandingkan menanam padi di wilayah pegunungan," kata Turyono.

Selain mengembangkan komoditas hortikultura, Pemerintah Desa Tlogowulung juga terus memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat melalui sejumlah inovasi, di antaranya pembangunan kolam penampungan air skala kecil sebagai cadangan irigasi serta pengembangan produk berbahan baku sabut kelapa.

Dengan meningkatnya produktivitas lahan dan dukungan Pemerintah Kabupaten Kebumen, pengembangan bawang merah di Desa Tlogowulung diharapkan menjadi model bagi desa-desa pegunungan lainnya.

Keberhasilan tersebut menunjukkan bahwa keterbatasan kondisi geografis bukan menjadi penghalang untuk meningkatkan kesejahteraan petani, selama potensi lokal mampu dikelola dengan inovasi dan pendampingan yang berkelanjutan.

Editor : EldeJoyosemito

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network