“Artinya apa? Al Irsyad ini memiliki kepekaan terhadap penguatan akar budaya, di mana anak-anak tidak dididik hanya menjadi pintar saja. Tetapi anak-anak diharapkan mengerti akan latar belakang budayanya,” katanya.
Melalui permainan tradisional, nilai-nilai budaya tersebut dapat diperkenalkan dengan cara yang lebih menyenangkan dan mudah diterima anak.
“Bisa melaksanakan contohnya lewat permainan tradisional yang sekarang namanya saja kita tidak pernah mendengar kembali,” ujar Widodo.
Sekretaris Umum PC Al Irsyad Al Islamiyyah Purwokerto sekaligus Ketua Pimpinan Wilayah (PW) Al Irsyad Al Islamiyyah Jawa Tengah Supardan mengatakan Festival Permainan Tradisional 2026 merupakan salah satu agenda utama dalam rangkaian Milad ke-112 Al Irsyad Al Islamiyyah.
Festival tersebut dirancang tidak seperti kegiatan pameran pada umumnya. Pengunjung justru diajak berinteraksi dan mencoba langsung berbagai permainan tradisional yang berasal dari sejumlah daerah di Indonesia.
“Dalam rangka memperingati Milad ke-112 Al Irsyad Al Islamiyyah, PC Al Irsyad Al Islamiyyah Purwokerto menghadirkan Festival Permainan Tradisional 2026 bertajuk ‘Melestarikan Budaya, Merajut Kebersamaan’ sebagai salah satu agenda utama dalam rangkaian Al Irsyad Al Islamiyyah Purwokerto Education Expo #3,” kata Supardan.
Sebanyak 38 permainan tradisional diperkenalkan dalam festival tersebut. Permainan itu merepresentasikan keragaman budaya dari berbagai wilayah Indonesia.
Editor : EldeJoyosemito
Artikel Terkait
