Tanpa Gawai, Begini Serunya Ratusan Siswa Mainkan 38 Permainan Tradisional

Elde Joyosemito
Ratusan siswa kembali diajak mengenal permainan tradisional yang mulai jarang ditemui di tengah perkembangan teknologi. (Foto: iNewsPurwokerto)

Di antaranya Meuen Galah dari Aceh, Margala dari Sumatera Utara, Jamuran dari Jawa Tengah, Gobak Sodor dari Jawa Timur, Meong-meongan dari Bali, serta sejumlah permainan gerak dan kelompok dari wilayah Papua.

Dengan konsep tersebut, anak-anak dapat mengenal permainan yang sebelumnya mungkin hanya mereka dengar dari cerita atau bahkan sama sekali belum pernah mereka ketahui.

Festival dikemas secara interaktif agar anak-anak tidak sekadar menjadi penonton. Pengunjung mendapatkan “Kartu Misi” yang berisi tantangan untuk mencoba sejumlah permainan yang telah disiapkan.

Setelah menyelesaikan tantangan, peserta berkesempatan memperoleh hadiah. Konsep tersebut membuat anak-anak terdorong untuk menjelajahi berbagai area permainan sekaligus mencoba permainan yang berbeda.

Supardan mengatakan, pendekatan tersebut diharapkan membuat generasi muda mengalami secara langsung berbagai nilai yang terkandung dalam permainan tradisional.

Anak-anak tidak hanya bermain, tetapi juga belajar mengenai kebersamaan, kerja sama, sportivitas, keberanian, ketangkasan serta kecintaan terhadap budaya Indonesia.

Editor : EldeJoyosemito

Halaman Selanjutnya
Halaman : 1 2 3 4

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network